Selasa, 31 Juli 2012

Bantuan Korban Banjir Masih Tetap Disalurkan

Padang (31/7), Tim Pendukung Lapangan Operasi TD Bencana Banjir di Kota Padang pada hari Senin kemarin (30/7) telah bergerak kelapangan. Kali ini jumlah personil berjumlah 84 karena adanya dukungan lapangan dari Pemuda Pancasila (PP) dalam upaya membantu masyarakat korban banjir. Tim kembali berangkat setelah Apel Pagi dimulai pukul 07.30 wib.


Telah ada pembagian tugas masing-masing Tim, mulai dari pembersihan rumah-rumah, pembersihan sumur warga, penyaluran barang bantuan dan verifikasi data. 

Verifikasi data dilakukan oleh Petugas dari Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumatera Barat.  
Distribusi barang bantuan

Barang bantuan telah didistribusikan dengan baik kepada masyarakat para korban, meski Petugas dilapangan sering kali mengalami kendala, seperti mengalami kesulitan dalam memperoleh data korban banjir tersebut. Petugas hampir tidak melihat Posko-Posko yang memiliki data ataupun mencantumkan data-data korban dari masyarakat setempat. Hingga Petugas melakukan pendataan sendiri kerumah-rumah warga.  Tiap kali ditanya mereka sepertinya belum siap memberikan jawabannya namun setelah melakukan pendataan, Tim juga menjelaskan maksud dan tujuannya kepada Ketua RT setempat dan Petugas Posko, baru mereka bisa memahami dan dapat bekerjasama untuk bersama-sama membantu para korban. 

Tim yang melakukan pembersihan rumah warga dilaporkan tidak mengalami kendala yang berarti, sumur-sumur warga sebagin sudah bisa dipergunakan kembali.


Verifikasi data korban bencana banjir
Untuk Tim yang melakukan Verifikasi data, mereka pada hari ini Selasa pagi (31/7) akan bergerak kembali untuk melanjutkan tugasnya, karena ada sebagian lagi rumah warga dengan kategori rusak berat dan ringan akan diverifikasi dan yang telah pasti Petugas telah mengantongi data yang dapat dikatakan telah valid, dan siap untuk dilaporkan langsung ke BNPB Pusat di Jakarta.










Data hasil Verifikasi dapat dilihat DISINI

Sabtu, 28 Juli 2012

Tim Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang Mulai Turun ke Lapangan

Padang (28/7), Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mulai pagi hari setelah melaksanakan Apel Pagi dan breifing bersama Tim Pendukung Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang yang terdiri dari 6 (enam) BPBD Kabupaten/ Kota, yaitu : BPBD Kab. Tanah Datar, BPBD Kab. Padang Panjang, BPBD Kab. Solok, BPBD Kota Pariaman, BPBD Kota Sawahlunto, dan BPBD Kota Bukittinggi dengan jumlah keseluruhan sebanyak 71 Personil, pada pukul 08.00 wib mulai bergerak ke 6 titik lokasi bencana.

Apel Pagi di Kantor Pusdalops PB BPBD Provinsi SUmatera Barat



Tim membawa misi yang sama yaitu melaksanakan kegiatan bantuan kebutuhan dasar terhadap masyarakat korban bencana. Mereka bersama-sama dengan bekal perlengkapan dan peralatan yang telah disiapkan, bahu membahu membersihkan rumah-rumah warga yang tergenangi oleh lumpur. 



Para Tim banyak menemukan rumah-rumah warga yang masih tertimbun oleh lumpur dengan ketinggian selutut orang dewasa, dan masih banyaknya warga dengan kondisi ekonomi lemah yang telah kehilangan barang-barang kelengkapan rumahnya seperti; alat-alat dapur, baju dan barang-barang yang dianggap berharga milik mereka. Tim juga melihat sumur-sumur warga yang tidak bisa lagi dipergunakan dikarenakan lumpur telah menggenangi sumber air bersih yang biasa dipergunakan dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka.


Tim dengan peralatannya berupa armada mobil kebakaran, mobil tangki air dan peralatan sapu lidi, serok, sekop dll yang dibawa dari Posko Induk yang berlokasi di Pusdalops PB Sumatera Barat, sedikit banyaknya telah membantu warga tersebut dalam pembersihan rumahnya.










Tim Dukungan Lapangan ini sangat prihatin melihat warga korban banjir tersebut, mereka pantang pulang sebelum melihat warga korban banjir sedikitnya dapat teratasi kondisi tersebut. Setelah mengadakan Rapat Evaluasi malam ini 08.00 wib di Pusdalops PB Sumatera Barat bersama Bapak Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sumatera Barat (Ir. Yazid Fadhli, MM) bersama Kabid. Kedaruratan & Logistik (Ir. Ade Edward) dengan Ke-Enam Tim Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang, besok akan turun kembali kelapangan guna melakukan pembersihan sumur-sumur warga dan sekaligus memberikan bantuan kebutuhan dasar sementara berupa; Family Kit, Kebutuhan Sandang, dan makanan siap saji.    

Rapat Evaluasi bersama Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Kabid. Kedaruratan & Logistik dan 6 BPBD Kabupaten Kota (Tim Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang)



Sumur-sumur Warga yang tergenangi oleh lumpur

Persiapan penyaluran bantuan kepada korban kurang mampu bencana banjir kota Padang

BPBD Provinsi Sumatera Barat turunkan Tim Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang

Padang (28/7), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat melalui Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Barat hari Sabtu, 28 Juli 2012 mulai menurunkan Personil Kendali Operasi yang terdiri dari Tim dari Personil BPBD Kabupaten/ Kota Sumatera Barat guna melaksanakan Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Bencana yang akan diterjunkan ke lokasi bencana Banjir Bandang/ Air Bah yang terjadi lima hari lalu pada tanggal 24 Juli 2012

Jumlah keseluruhan anggota tersebut sebanyak 69 orang yang telah dipersiapkan 2 hari lalu dengan peralatan masing-masing oleh BPBD Provinsi Sumatera Barat setelah masing-masing melakukan asessment pada lokasi bencana, personil tersebut terdiri dari :
  1. BPBD Kabupaten Tanah Datar sebanyak 6 personil, dgn kekuatan peralatan; Mobil Rescue, Truk Tangki Air
  2. BPBD Kota Padang Panjang sebanyak 12 personil, dgn kekuatan peralatan ; Mobil Rescue, Mobil Damkar  
  3. BPBD Kabupaten Solok sebanyak 10 personil, dgn kekuatan peralatan ; Mobil Rescue, Trail, Truk Tangki Air
  4. BPBD Kota Pariaman sebanyak 19 personil, dgn kekuatan peralatan ; Mobil Rescue, Pick-Up, Truk Tangki Air
  5. BPBD Kota Sawahlunto sebanyak 10 personil, dgn kekuatan peralatan ; Mobil Rescue, Truk Tangki Air
  6. BPBD Kota Bukittinggi sebanyak 12 personil, dgn kekuatan peralatan ; Mobil Rescue, Trail, Portable-Pump. 

Menurut Bapak Ir. Ade Edward selaku Kabid. Kedaruratan & Logistik BPBD Provinsi Sumatera Barat dan sebagai koordinator Pusdalops PB Sumatera Barat, dari ke-enam Tim ini rencana akan diturunkan pada   lokasi yang terkena dampak banjir dan mengalami cukup banyak kerusakan dengan pembekalan dan tambahan peralatan yang telah dipersiapkan. Tujuan dari Operasi Dukungan Lapangan ini adalah dalam rangka melaksanakan pelayanan kebutuhan dasar bagi masyarakat korban bencana berupa kegiatan pembersihan, memverifikasi data kerusakan secara menyeluruh dan melakukan pendekatan ke masyarakat korban bencana guna mempersiapkan apa saja yang paling mendasar dibutuhkan bagi korban bencana tersebut.

Struktur Organisasi Dukungan Lapangan Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Kota Padang

Bapak Ir. Ade Edward  kembali menjelaskan bahwa operasi ini juga sebagai pembekalan bagi petugas-petugas tersebut untuk melatih diri maupun Timnya dalam menangani bencana yang dimungkinkan terjadi  didaerahnya masing-masing, sehingga dalam kondisi darurat bencana persoalan diharapkan dapat teratasi dengan cepat dan baik.

Kamis, 26 Juli 2012

Data Kerusakan dan Taksiran Kerugian Bencana Banjir tanggal 24 Juli 2012

Padang (26/7), Pada tanggal 25 Juli 2012 diadakan rapat evaluasi di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat pukul 20.00 wib yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat (Bpk. Ir. Yazid Fadhli, MM) guna membahas dan merekapitulasi data kerusakan dan taksiran kerugian dampak dari bencana banjir yang terjadi pada tanggal 24 Juli 2012 di Kota Padang dari beberapa SKPD terkait bencana alam tersebut.

Rapat dihadiri sekitar 30 orang dari berbagai unsur terkait seperti Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Dinas Prasjal & Tarkim, BPBD Kab. Padang Pariaman, Setjen DPD RI, PSDA serta turut memantau dan mengarahkan dari Tim BNPB Bidang Kedaruratan.

Kami tampilkan hasil rekapitulasi taksiran kerugian dari dampak bencana banjir Kota Padang yang dihimpun dari berbagai sektor :

Taksiran Kerugian Dampak Bencana Banjir Kota Padang (24/7/2012)
Dalam penanganan bencana ini, Gubernur Sumatera Barat akan menetapkan Pernyataan tentang bencana alam banjir yang terjadi 24 Juli 2012 yang melanda di 2 wilayah yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang, serta menetapkan SK Gubernur terkait Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir ini selama 30 hari terhitung sejak ditetapkan.


Rabu, 25 Juli 2012

Laporan perkembangan banjir Kota Padang

Gubernur Sumbar beserta Kalaksa. BPBD Sumbar turut memantau bencana
Padang (24/7), Pusdalops PB Sumatera Barat setelah melakukan koordinasi lebih lanjut melaporkan perkembangan banjir Kota Padang yang terjadi pada sore hari sekitar pukul 18.30 wib.
Kondisi cuaca kota Padang saat ini telah berangsur angsur normal, hujan sudah redah dan Tim Penanggulangan Bencana hingga saat ini masih berada dilokasi untuk melakukan pembersihan dan Penanganan Pengungsi.

Kejadian saat itu dapat diperkirakan 50 Unit Rumah Penduduk terendam di Batang Arau, 50 Unit Rumah terendam di Perumahan Indah Pratama - Balai Baru, 1 unit mobil hanyut, 1 bh Tanggul Saluran Irigasi di Kuranji jebol.

Untuk kejadian 2 Perahu nelayan yang saat kejadian tidak berhasil merapat kedaratan saat ini sudah bisa merapat dengan selamat.

Untuk penanganan pengungsi tersebut BPBD Provinsi Sumatera Barat saat ini mempersiapkan pemberangkatan Timnya guna memberikan bantuan Logistik berupa ; Sarung 500 lbr, Tikar 500 lbr, makanan siap saji 500 klg serta nasi bungkus untuk keperluan makan sahur pengungsi sebanyak 1.000 bungkus.


Selasa, 24 Juli 2012

Banjir Kota Padang

Padang (24/7). Air Bah membanjiri wilayah kota Padang. Kejadian diperkirakan mulai pukul 18.30 wib yang diawali hujan deras pada hulu sungai sejak pukul 16.30 wib sampai pada pukul 23.00 wib curah hujan masih tinggi. Lokasi kejadian berada pada Bantaran Sungai :

Perkiraan Area Genangan  Banjir dan Air Bah Kota Padang 24/7/2012


- Ilir Sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Seberang Padang, Batang Anai.
 - Sungai Kurao Pagang
- Terendamnya Perumahan di Banda Gadang Gunung Pangilun
 - Bantaran Hulu sampai Hilir Sungai Batang Kuranji meliputi daerah Limau Manis, Kuranji, Siteba. untuk

Korban jiwa dilaporkan :
- 10 orang (tiga orang diperkirakan anak-anak berumur 13 s/d 15 tahun
- 1 buah Perahu Nelayan diperkirakan 2 orang diatas perahu belum bisa dievakuasi dari tengah laut bibir pantai dengan lokasi pantai muara Bung Hatta

Kerusakan dilaporkan sekitar 2 buah rumah hanyut di Limau Manis dan 1 buah rumah hanyut dilokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung.

Tindak lanjut, telah dilakukan penanganan pada lokasi yang dianggap beresiko tinggi dan telah terjadi genangan, oleh Tim Penanggulangan Bencana gabungan dari BPBD Kota Padang, SAR Kota Padang, Tim Pemadam Kebakaran Kota Padang, Dinas KEsehatan KSB setempat serta jajaran PLN dan Kepolisian

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat (Ir. Yazid Fadhli, MM) menindak lanjuti bencana tersebut menginstruksikan Kabid. Kedaruratan & logistik BPBD Provinsi Sumatera Barat, akan segera mengirimkan Timnya untuk mendistribusikan Logistik berupa :
- Sarung sebanyak 500 lbr
- Tikar sebanyak 500 lbr
- Makanan Siap Saji 500 klg
- Nasi bungkus bagi pengungsi sebanyak 1.000 bungkus untuk kebutuhan makan sahur.
pada malam ini.