Sarana Informasi Kebencanaan - Mitigasi, Kedaruratan dan Rehabilitasi - Provinsi Sumatera Barat
Jumat, 29 April 2011
Rabu, 27 April 2011
Kebon Binatang Mini Sumbar Dalam Upaya Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami

Riset pengurangan risiko bencana memanfaatkan insting hewan akan dibangun di Padang. Pembangunan kebun binatang mini akan dilakukan sebagai upaya mengurangi resiko bencana gempa dan tsunami. Hewan yang memiliki insting bagus tentang kebencanaan akan ditempatkan di lokasi tersebut nantinya.
Seberapa efektif menggunakan insting hewan untuk memberikan peringatan dini bagi warga di pinggir pantai barat Samudera Hindia ini? Signal peringatan dini yang diberikan sejumlah hewan seperti Gajah, Burung Kuau, dan Siamang, akan dipantau menggunakan kamera pengintai.
Agar signal yang dihasilkan dari sejumlah hewan ini efketif, kebun binatang mini ini akan dibangun tak jauh dari bibir pantai. Kawasan perbukitan di Gunung Padang yang sejajar dengan garis pantai direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan kebun binatang mini.
Didiagnosis perairan Mentawai menyimpan potensi gempa dahsyat dan rentetan gempa dan tsunami yang menghantam Sumbar, beragam upaya mitigasi dilakukan. Pembangunan kebun binatang ini menjadi ide alternatif yang disampaikan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana Mengurangi Dampak Bencana Gempa dan Tsunami.
"Riset ini patut untuk dicoba. Hasilnya akan maksimal setelah kebun binatang ini selesai dibangun," ujar Bpk. Ade Edward Kabid.Kedaruratan & Logistik BPBD Prop. Sumbar, dan sebagai Koordinator Pusdalops PB Prop. Sumbar). Sejumlah donatur telah bersedia membantu pembangunan kebun binatang ini.
Sebagai upaya pengurangan resiko bencana, sejumlah kamera pengintai akan ditempatkan di lokasi kebun binatang untuk mengamati perilaku hewan-hewan yang dikarantina di sana. Penelitian ini muncul didasari dengan kemungkinan besar tentang kemampuan hewan yang mengetahui lebih cepat datangnya bencana ketimbang manusia.
Seperti Burung Kuau yang diyakini memiliki insting tajam terkait gempa. Burung yang tergabung dalam jenis Argusianus dikabarkan memiliki insting kuat terkait gempa. Hanya saja, hal ni perlu pembuktian karena hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membenarkan teori tersebut.
Di kebun binatang mini ini nantinya akan menjadi bahan penelitian yang akan melibatkan sejumlah ahli dari universitas untuk memperkuat teori yang ada secara ilmiah.
Senin, 24 Januari 2011
Kalender Kewaspadaan tahun 2011

Setelah menciptakan kalender tahun 2010 H pada tahun 2011 ini kembali Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Sumatera Barat menciptakan Kalender Tahun 2011 M / 1432 H yang mana penanggalan ini ditujukan bagi Petugas Pusdalops PB Prov. Sumatera Barat dan Instansi/ lembaga Kebencanaan lainnya serta masyarakat sebagai bahan kewaspadaan kita terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia dan Sumatera Barat khususnya. Kalender ini dikonsep oleh bapak Ir. Ade Edward yaitu ahli Geologi Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik BPBD Sumatera Barat serta menjabat sebagai Koordinator Manajer Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat.
Tujuan pembuatan Kalender 2011 ini adalah sebagai bahan kewaspadaan tentang kebencanaan terutama potensi Gempa Bumi yang terjadi diwilayah Sumatera Barat dengan berpedoman pada peredaran / posisi Bulan yang mana sangat mempengaruhi terhadap gravitasi Bumi dan siklus perubahan alam yang ada di Bumi kita. Dan kalender kewaspadaan bencana alam tahun 2011 ini juga dilengkapi dengan pemberian tanda Hari Libur Nasional.
Copy(R)right by Pusdalops PB Sumatera Barat:
Konceptor : Ir. Ade Edward (Koordinator Pusdalops PB Sumbar)
Design : Ferry Faisal (Petugas Operator Pusdalops PB Sumbar)
Silahkan didownload Kalender Siaga Bencana 2011
password: pusdalopspbsumbar
Sabtu, 06 November 2010
Selasa, 26 Oktober 2010
Rabu, 13 Oktober 2010
Resiko Gempa Bumi Sumatera Barat
Pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2010, Staf Khusus Bidang Sosial dan Bantuan Bencana Kepresidenan Bpk. Andi Arif beserta Pakar ahli geologi dan tsunami al; Bpk. Danny Hilman, Bpk. Wahyu dan Bpk. Hamzah berkunjung ke Sumatera Barat dalam rangka Desiminasi Gempa Bumi dan Tsunami Propinsi Sumatera Barat yang diterima oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran. Beliau menyampaikan paparan mengenai bahaya gempa besar yang diprediksi akan terjadi di Mentawai/Sipora, kriteria gempa tersebut antara lain mengakibatkan permukaan pantai Siberut - Sipora akan terangkat sekitar 2 meter sedangkan daratan pesisir Padang akan turun 1,5 meter. Sementara permukaan pantai Kota Padang akan turun 1,5 meter.
Mengacu pada hasil penelitian selama ini, potensi tsunami di pantai Barat Mentawai diprediksi dapat mencapai ketinggian gelombang 15 meter, sedangkan di pantai timur Mentawai hanya mencapai 1 (satu) meter. Untuk kawasan pesisir barat Sumatera Barat, tsunaminya paling tinggi satu meter, namun akan merendam daratan hingga tiga kilometer dari pantai karena topografi daerah yang landai & rendah.
Dari hasil dadat pengukuran terkini, diperkirakan bidang yang belum mengeluarkan energi (seismic gap) berada di bawah pulau Siberut dan sebagian Sipora memiliki luas 100 kilometer x 400 meter.Bidang ini merupakan lokasi pusat gempabumi dimasa dating. Danny yakin gempa berkekuatan 8,9 SR dimasa datang akan terjadi meski tak bisa dipastikan kapan, namun potensinya makin nyata.
Para peneliti dapat memperkirakan kawasan/zona potensial pembangkit gempa dengan perkiraan magnitud secara lebih akurat untuk kurun wakut kedepan, namun tidak ada yang bisa menentukan kapan saat gempa akan terjadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak tahun 1999, pengulangan itu sungguh akan terjadi karena masanya telah sampai pada periode pengulangannya. Untuk itu perlu diantisipasi bagaimana menyelamatkan sekitar 800 ribu lebih masyarakat yang bermukim dikawasan rawan gempa-tsunami di Sumatera Barat dari ancaman gempabumi-tsunami dimasa datang.
untuk melihat paparan yg telah disampaikan oleh Bpk. Danny hilman dapat didownload di Klik Disini
Upaya Pengurangan Resiko Bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat Bpk. Harmensyah menyampaikan, karena tingginya resiko bencana Provinsi Sumatera Barat, perlu upaya pengurangan resiko bencana meliputi :
- Penelitian/pemetaan/penetapan kebijakan bagi wilayah beresiko bencana
- Sosialisasi/pendidikan/pelatihan/gladi/simulasi tentang pengurangan resiko bencana bagi masyarakat & aparat
- Revisi tata ruang daerah menjadi tata ruang yang berbasis pertimbangan aspek kebencanaan
- Pembangunan kawasan & bangunan AMAN GEMPA sesuai dengan tingkat ancaman
- Pengembangan industri bahan bangunan & konstruksi berbasis teknologi terkini yang dapat menghasilkan produk berstandar SNI guna mendukung pembangunan yang AMAN GEMPA dengan biaya yang minimal (terjangkau)
- Pembangunan infrastruktur peringatan dini/penyelamatan/evakuasi
- Pembangunan, pengembangan & Pengujian berkala Sistim Peringatan Dini Bencana
- Pembangunan, pengembangan & Pengujian berkala Sistim Komunikasi Darurat Bencana
- Penyiapan sarana/prasarana/dana tanggap darurat/personil untuk pelaksanaan operasi tanggap darurat bencana
Selasa, 05 Oktober 2010
Protap TRC PB Sumatera Barat
Untuk itu perlu kegiatan pengkajian/penilaian cepat terhadap korban meninggal dunia, luka-luka, pengungsi, kerusakan perumahan/kantor/sarana ibadah/sarana pendidikan, sarana dan prasarana vital lainnya. Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi antara lain yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana, kompetisi dalam pengerahan sumberdaya, otonomi yang berlebihan dan ketidak percayaan kepada instansi pemerintah.
Hal ini perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu ditugaskan Tim Reaksi Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat Provinsi Sumatera Barat.
Tentang TRC Penanggulangan Bencana Sumatera Barat selengkapnya, silahkan download di Klik Disini
Rabu, 21 April 2010

Software ini dapat berfungsi jika dikoneksikan dengan jaringan internet dengan tujuan untuk menginformasikan kejadian terakhir gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia secara real time. Software tersebut diprogram oleh Tim BMKG (Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) yang sengaja untuk dimiliki oleh khalayak umum.Silahkan di download Klik Disini
Senin, 12 April 2010
Pembentukan BPBD
Sementara itu tugas-tugas BPBD ada sembilan buah (Pasal 21 UU 24/2007), antara lain:
2. Menetapkan standardisasi serta kebutuhan penyelenggaraan PB berdasarkan Peraturan Perundang-undangan.
3. Menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana.
4. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana.
5. Melaksanakan penyelenggaraan PB pada wilayahnya.
6. Melaporkan penyelenggaraan PB kepada kepala daerah setiap sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana.
7. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang.
8. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
9. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.
APA LANDASAN HUKUM PEMBENTUKAN BPBD?
BAGAIMANA CARA MEMBENTUK BPBD?
Tujuan Permendagri 46/2008 ini adalah untuk tertib administrasi dan standarisasi organisasi dan tata kerja BPBD. Tujuan Perka BNPB 3/2008 adalah untuk memberikan acuan bagi pemerintah daerah dalam membentuk BPBD dan mekanisme penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.
Berdasarkan Pasal 2 Permendagri 46/2008, BPBD dibentuk di setiap provinsi dan BPBD dapat dibentuk di setiap kabupaten/kota. Pembentukan BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ditetapkan dengan Perda.
Untuk Pembentukan BPBD di tingkat kabupaten/kota dapat dilaksanakan berdasar Pasal 2 Permendagri 46/2008.
BAGAIMANA STRUKTUR BPBD?
1. Kepala pelaksana
2. Sekretariat Unsur Pelaksana
3. Bidang/seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan
4. Bidang/seksi Kedaruratan dan Logistik
5. Bidang/seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Eselonisasi dan kepegawaian pada BPBD berdasar Permendagri 46/2008.
BAGAIMANA DENGAN PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PELAPORAN PB?
Pada Lampiran Perka BNPB 3/2008 Bab V juga mengatur mengenai pelaporan bantuan, antara lain:
1. Laporan penerimaan dan penyaluran bantuan yang berasal dari sumbangan masyarakat.
Kamis, 01 April 2010
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
Kejadian Galodo Kab. 50 Kota dan Kab. Pasaman Barat
Kejadian bencana Galodo antara lain :
1. Waktu dan Daerah Lokasi Kejadian
Informasi diterima pada pukul 11.30 WIB, kejadian terjadi pada tanggal 31 Maret 2010, di Suliki, Kec. Gunung Mas, Kab. 50 Kota.
2. Korban Jiwa dan Kerusakan
Korban yang diakibatkan bencana galodo tersebut tidak ada, kerugian atas kerusakan yang diakibatkan 3 rumah terkena longsor, 1 jembatan menuju jorong Nenan terputus, masyarakat sudah dievakuasi ke tempat yang aman, Galodo terjadi di dua (dua) titik antara lain Jorong Nenan, Jorong Labuah Aua, Suliki, Kab. 50 Kota.
3. Upaya yang Telah di Lakukan
Telah dilakukan evakuasi/diungsikan korban dari bencana tersebut ke lokasi rumah penduduk yang lebih aman dan mendirikan tenda-tenda pengungsian di sekitar lokasi kejadian, oleh masyarakat, Muspida dan Dinas Instansi terkait di Kabupaten 50 Kota.
B. Kabupaten Pasaman Barat
Kejadian bencana Banjir antara lain :
1. Waktu dan Daerah Lokasi Kejadian
Informasi diterima pada pukul 14.00 WIB, kejadian terjadi pada tanggal 01 April 2010, di nagari Aia Gadang, Kec. Pasaman.
2. Korban Jiwa dan Kerusakan
Korban yang diakibatkan bencana galodo tersebut tidak ada, kerugian atas kerusakan yang diakibatkan sedang dalam pendataan oleh Pemerintah Kab. Pasaman Barat, jalan sempat tidak dapat dilalui karena meluapnya air Batang Pasaman.
3. Upaya yang Telah di Lakukan
Telah dilakukan evakuasi/diungsikan korban dari bencana tersebut ke lokasi rumah penduduk yang lebih aman oleh masyarakat dan Dinas Instansi terkait di Kabupaten Pasaman Barat.
-
A. Zonasi Wilayah Ancaman Gempa Sesar/Patahan Sumatera membentang sepanjang 1.900 km (dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan L...
-
Siaga Bencana Apakah anda sudah siap siaga menghadapi ancaman bencana? Sejak dini, kita perlu menyadari bahwa kita hidup di wilayah...




