Powered By Blogger

Rabu, 26 September 2012

Asap dan Dentuman Gunung Api Marapi Kembali Terjadi

G. Marapi mengeluarkan asap tebal
Tanah Datar (26/09), Pada Pukul 16.39 wib Gunung Marapi kembali telah terjadi erupsi dengan mengeluarkan suara dentuman yang terdengar hingga jarak 16 Km (menurut laporan masyarakat). 

Asap letusan mencapai ketinggian maksimum 1,5 Km dari puncak, asap letusan tersebut tertiup angin kearah barat. Hingga saat ini pukul 17.00 wib masih terjadi kepulan asap dari puncak Gunung Marapi tersebut. 

Kembali BPBD Sumatera Barat setelah mengkonfirmasi ke pihak PVMBG menyatakan bahwa Gunung Marapi yang masih dalam status Waspada tersebut, melihat kondisi saat ini agar masyarakat tetap tidak melakukan aktifitas maupun pendakian hingga jarak 3 Km dari titik letusan. Buffer stock masker telah ada di gudang Logistik BPBD Kabupaten Tanah Datar sebagai persiapan bila asap mengganggu aktifitas penduduk sekitar dan di Depo Logistik BPBD Sumatera Barat juga siap-sedia bila segera dibutuhkan.

Depo Logistik BPBD Sumatera Barat tetap aktif 24 jam dalam setiap harinya

Jika terjadi hujan lebat berlangsung lama di puncak Marapi, agar masyarakat yang bermukim dibantaran sungai yang berhulu dipuncak Marapi tetap waspada terhadap aliran lahar/ banjir bandang/ galodo. Gunung Marapi tetap dalam status Waspada ujar Bapak Surono (Ka. PVMBG). 


Jumat, 21 September 2012

Operasi Darurat Bencana Banjir dan Longsor Susulan Kota Padang

Posko Operasi Darurat di Batu Busuk
Padang (21/09), Operasi Darurat Bencana Banjir Bandang dan Longsor Susulan di Kota Padang pada hari ini telah menginjak hari ke-VII. Operasi Darurat ini dikomandoi oleh Kabid Kedaruratan & Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat (Ir. Ade Edward) dengan sasaran melakukan pembersihan dari penyumbatan material pada hulu-hulu sungai di Batang Kuranji yang diyakini jika tidak diupayakan akan membawa dampak kembali jika terjadi hujan dengan curah yang cukup lebat. 

Operasi Darurat Bencana ini  dari pertama dibuka yaitu pada tanggal 15 September 2012, telah didukung oleh BNPB, personil dari kalangan TNI, BPBD dan Damkar Kabupaten/ Kota serta BASARNAS dan Bantuan Komunikasi RAPI, dan relawan. Pada hari ke VII saat ini personil masih tetap bertahan dan terjadi penambahan kekuatan berasal dari BPBD Kota Bukittinggi. Menurut dari hasil rapat evaluasi yang diadakan pada malam hari tadi, Operasi ini jika tidak ada halangan akan berakhir pada hari Minggu 23 September 2012. Untuk itu segala sesuatunya agar segera diupayakan tuntas sebelum pada tanggal 23 tersebut, Petugas saat ini bearada di ketinggian 300 meter dari kaki bukit/ Posko dan bahu-membahu membersihkan saluran-saluran hulu sungai yang mengalami penyumbatan. Semoga kerja keras dari Petugas Baju Orange ini tidaklah sia-sia dan dapat membawa dampak baik dan pengayoman bagi masyarakat luas terutama masyarakat sekitar aliran sungai Batang Kuranji. Amiin.

Rapat Evaluasi Tim yg rutin dilakukan pada malam hari pkl 23.00 wib


Distribusi Logistik dan perlengkapan untuk Tim


Sabtu, 15 September 2012

ANTISIPASI BERULANGNYA BANJIR BANDANG DI PADANG

Kunjungan Gubernur Sumbar & Deputi II BNPB
Kelokasi Bencana

 Helikopter BNPB yang akan dipergunakan
pada survey udara
 
Perencanaan lintasan survey udara

ANTISIPASI BERULANGNYA BANJIR BANDANG DI PADANG

Berulangnya banjir bandang yang menerjang Kota Padang memberikan pelajaran yang berharga. Fakta bahwa banjir bandang makin meningkat. Kawasan hilir semakin rawan terhadap ancaman banjir bandang saat musim penghujan. Sebaliknya saat kemarau makin kering karena berkurangnya pasokan air.

Guna mengantisipasi tingginya risiko berulangnya kejadian banjir bandang dan longsor di hulu yang mengancam  Kota Padang dan sekitarnya, maka BPBD Sumatera Barat yang didukung BNPB melakukan langkah antisipasi. Pertama, pemasangan CCTV guna monitoring sungai Batang Kuranji. Saat ini sedang diinstall CCTV di Gedung Azkia untuk memantau debit sungai secara real time yang langsung terkoneksi dengan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Sumatera Barat.

Kedua, analisis penginderaan jauh dengan citra satelit guna menganalisis potensi longsor. Foto udara dan perekaman video denga helicopter BNPB akan dilakukan besok pagi pukul 08.00 Wib (Sabtu, 15/9/2012). Helicopter saat ini sudah berada di Bandara Internasional Minangkabau. Ketiga, operasi pembersihan kayu-kayu di hulu sungai dengan membongkar bendungan-bendungan kecil di hulu. 100 personil beserta peralatan akan dikerahkan guna membersihkan material dan kayu di hulu.  Inspeksi menyusur sungai untuk menemukan bendung-bendung alami dan membongkarnya adalah langkah antisipasi yang perlu rutin dilakukan. Apalagi galodo atau banjir bandang di Sumatera Barat sering terjadi di beberapa kabupaten/kota dan kejadiannya selalu diawali oleh terjadinya pembendungan secara alamiah di bagian hulu oleh material longsoran. Keempat, mengaktifkan piket Siaga 24 jam pada lokasi rawan banjir bandang dengan memberdayakan Pemuda dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) masyarakat setempat.

Untuk info lanjut:
1. Ir. Dody Ruswandi Deputi Penanganan Darurat BNPB 087895327475
2. Yazid Fadhli Kepala BPBD Sumbar +628126605955
3. Ade Edward Pusdalops Sumbar +628126763840

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Kamis, 13 September 2012

Korban Longsor Terakhir Telah Diketemukan oleh Tim SAR

Evakuasi korban terakhir (Safa 2 tahun)
Padang (13/09), Hari ini pada pukul 11.50 wib korban longsoran di daerah Batu Busuk Kel. Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dari BASARNAS, TNI, BPBD Kota Padang dan Relawan. Korban tersebut bernama Safa berumur 2 tahun yang pada pagi hari tadi pada pukul 08.07 wib kakaknya bernama Nila juga telah diketemukan oleh Tim SAR dalam kondisi telah meninggal dunia. Proses Evakuasi pada hari ini Kamis 13September 2012 resmi dihentikan.

Tim BNPB dari Deputi 2 Bidang Penanganan Darurat Bencana dari Jakarta akan menuju lokasi kejadian bencana Banjir dan Longsor 12 Sept 2012 bersama Bapak Gubernur Sumatera Barat guna meninjau lokasi dan korban di pengungsian.

Pendirian Tenda Pengungsi oleh Dinas Sosial (Tagana)


BPBD Provinsi Sumatera Barat telah mengirimkan bantuan sejak pada malam hari kemarin dan akan mengirimkan kembali bantuan logistik padaa saat ini ke daerah Tabing Banda Gadang. BPBD Provinsi juga menurunkan Timnya dengan Personil dari Pusdalops PB Sumatera Barat berjumlah 6 orang dan BPBD Kabupaten Padang Pariaman berjumlah 8 orang guna melakukan pembersihan rumah-rumah masyarakat yang digenangi oleh material lumpur dan memantau titiktitik longsor diwilayah Batu Busuk. 

BPBD Kab. Padang Pariaman beserta Pusdalops PB Sumbar melakukan pembersihan rumah warga

Titik Longsor di Bukit Ubi

Titik Longsor Batu Busuk


Titik-titik pengungsi seperti di Tabing Banda Gadang dan Batu Busuk telah didirikan Tenda-Tenda oleh BPBD Kota Padang bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Padang dan Provinsi.


Korban Longsor Hari Ini 1 Berhasil Dievakuasi 1 Masih Dalam Pencarian

Padang (13/09), Pagi ini Tim BASARNAS Kota Padang dan TNI menerjunkan personilnya kembali dalam melakukan evakuasi pencarian korban 1 keluarga yang diduga masih tertimbun longsoran. Pada pukul 08.07 wib pagi hari ini 1 korban telah diketemukan atas nama Nila (perempuan) umur 21 tahun, dan Safa (perempuan) umur 2 tahun masih dalam pencarian.

Sebelumnya pada malam hari saat kejadian longsor yang diperkirakan terjadi pada pukul 17.00 wib, telah berhasil dievakuasi 2 orang dalam keadaan meninggal atas nama Zamaris (laki-laki) umur 55 tahun, dan Najwa (perempuan) umur 6 tahun serta korban selamat 3 orang atas nama; Warni (perempuan) umur 45 tahun, Juli (perempuan) umur 20 tahun, dan Emrizal (laki-laki) umur 32 tahun. 

Nila, Safa  merupakan anak dari Zamaris dan Warni, sedangkan Najwa merupakan anak dari Emrizal dan Juli yang merupakan paman dari Nila dan Safa.

Jadi jumlah korban meninggal saat ini yang berhasil dievakuasi berjumlah 3 orang :
1. Zamaris ,suami dari Warni
2. Najwa , anak kandung dari Juli-Emrizal
3. Nila , anak kandung dari Zamaris-Warni

Korban sedang dalam pencarian :
1. Safa , anak kandung dari Zamaris-Warni.



Rabu, 12 September 2012

Hujan Lebat Kembali Mengancam Kota Padang

Padang (12/09), Hujan dengan curah cukup lebat terjadi sore hari dibeberapa wilayah Kota Padang menyebabkan sungai aliran Batang Kuranji dan Batang Arao meluap seperti pada kejadian 24 Juli 2012 bulan lalu. Luapan pada kedua Batang sungai ini tidak sampai membanjiri/ mengakibatkan abrasi sungai yang cukup mengkhawatirkan, namun demikian ada sebagian wilayah rawan banjir seperti Bandar Gadang Kec. Gunung Pangilun sempat tergenangi air hingga mencapai 2 meteran dan dilaporkan 1 rumah penduduk rusak sedang, hanya sebagian rumah bagian belakang yang roboh. Wilayah Batu Busuk Kel. Lambung Bukit Kecamatan Pauh aliran dari sungai sempat merambat kerumah-rumah penduduk. Untuk wilayah Padang Besi tepatnya diwilayah simpang Gadut sempat tergenangi air dengan ketinggi setinggi lutut orang dewasa, sumber air tersebut bukanlah dari aliran sungai namun berasal dari aliran gorong-gorong tepi jalan raya Padang-Indarung yang tidak dapat lagi menampung debit air yang berasal ketinggian pemukiman penduduk. Kejadian ini dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Sumatera Barat saat kejadian pada pukul 17.25 wib.
Luapan Batang Sungai Kuranji (lokasi : Tabiang Banda Gadang)

1 mobil terjebak luapan air (lokasi: Simpang Gadut)

Lokasi Longsor dan Pengungsian

Dilaporkan lagi oleh TRC BPBD Provinsi Sumatera Barat bahwa di lokasi Patamuan Lambung Bukit Kecamatan Pauh terjadi longsoran dari arah perbukitan dan dikabarkan oleh warga setempat bahwa telah kehilangan anggota keluarganya 4 jiwa dan diantaranya adalah 3 orang anak-anak. pada pukul 22.48 wib petugas TRC melporkan telah ditemukan korban jiwa dari longsoran tersebut bernama Safa 1-2 th dan Nazwa 5 Th dalam kondisi telah meninggal dunia, serta Rehan dalam keadaan selamat. Dari Berita tim diperkirakan masih ada warga yang terjebak longsoran tersebut. Petugas saat ini masih mengadakan pencarian dan mengevakuasi warga ketempat ketempat pegungsian. Telah dipersiapkan 3 unit ambulan dilokasi.

Daerah Longsoran (lokasi: Batu Busuk Kel. Lambung Bukit Kec. Pauh)

Kondisi wilayah daerah terkena longsoran untuk akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik kendaraan roda dua dan roda empat.

Petugas Tim Penanggulangan Bencana dan Relawan baik dari Kota Padang dan Provinsi hingga saat ini stanby dibeberapa titik lokasi rawan banjir dan longsor dengan perbekalan perlengkapan dan peralatan rescue.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Korban Hanyut di Pantai Pariaman Diketemukan Kembali

Pariaman (25/08), Korban hanyut di Pantai Pariaman kembali diketemukan. Sebelumnya Tim Operasi Evakuasi gabungan yang terdiri dari BPBD Kab. Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kab. Agam, Kota Padang Panjang dan Tanah Datar serta Pol_Airud Padang Pariaman, BASARNAS , TNI AD dan Relawan dan nelayan telah menemukan korban yang juga telah meninggal dunia pada pukul 10.20 WIB.

Pusdalops PB Sumbar menerima laporan terkahir dari Pol Airud Padang Pariaman (Ipda. Nursal), yang menyatakan bahwa korban terakhir tersebut ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB. 

Operasi Evakuasi Korban Pelajar dihantam gelombang samudera tanggal 24 Agustus 2012 di Pantai Tiram, hari ini pukul 16.00 WIB tanggal 25 Agustus 2012 sudah diakhiri secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman (Bapak Zainir). Korban telah ditemukan seluruhnya. 

Korban Hanyut di Pantai Tiram 3 pelajar dari jorong Koto Baru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar .  

1. Tomi Nasrul umur 17 Tahun (meninggal)
2. Riski umur 16 tahun (meninggal)
3. Yogi Rivaldo (selamat) 

Sore ini proses evakuasi berakhir.

1 Anak Hanyut di Pantai Pariaman Telah Ditemukan

Pariaman (25/08), Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman sejak Jumat 24 Agustus 2012 disibukan dengan adanya 3 anak tenggelam yang sedang asik bermain dipinggir pantai Pariaman. 

Ke-tiga anak yang berumur antara 16-17 tahun tersebut berasal dari Batusangkar sedang berlibur menjelang lebaran, namun naas bagi mereka yang sedang berenang-renang tiba-tiba terseret gelombang. Satu orang bernama Yogi 17 thn berhasil selamat setelah dibawa gelombang kepinggir pantai diwilayah Pantai Tiram Ulakan Tapakis dan segera dilarikan ke Rumah Sakit setempat, namun ke dua temannya sampai hari ini baru 1 diketemukan dalam keadaan telah meninggal dunia bernama Rizki umur 16 thn. dan Tomi umur 17 thn. hingga saat ini masih dalam pencarian. 

Menurut Kasi. Kedaruratan BPBD Kota Pariaman (Dirmayanto) setelah dikonfirmasi oleh Pusdalops PB Sumatera Barat, Tim SAR gabungan dari 3 BPBD; Kota Pariaman, Agam, Tanah Datar serta Basarnas, Pol-Airud Padang Pariaman, TNI AD dan Relawan sampai saat ini tetap melakukan pencarian korban tersebut. 

BPBD Kota Pariaman sejak Hari Raya Idul Fitri 1433 H pada H-1 telah melakukan pengawasan pantai dengan persiapan peralatan berupa Perahu Boat. Mereka telah mendirikan Pos Pengamatan pada dua titik lokasi yaitu di Pantai Gandoria dan Pantai Cermin, namun karena begitu banyaknya pengunjung pantai Pariaman dari berbagai daerah, petugas BPBD Kota Pariaman masih kekurangan Personil.


Selasa, 21 Agustus 2012

Satu Orang Hanyut Akibat Luapan Batang Sungai Pasaman

Gbr Ilustrasi

Pasaman Barat (21/8), Hujan dengan intensitas cukup lebat mengguyur Kabupaten Pasaman Barat saat orang masih merayakan Idul Fitri hari ke-2 sejak Sore hari tanggal 20 Agustus 2012Diperkirakan. Selang 4 jam kemudian terjadi perubahan luapan air cukup deras yang terlihat pada aliran Batang Sungai Pasaman yang mengakibatkan sebagian wilayah pada 2 (dua) Kecamatan yaitu; Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Sasak Ranah Pesisir tepatnya pada Jorong Batang Taman Kanagarian Aia Gadang Kecamatan Pasaman, dan Jorong Rantau Panjang Nagari Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pesisir yang merendam rumah penduduk dengan ketinggian setinggi lutut orang dewasa. Banjir yang merendam rumah masyarakat tersebut tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian.

Namun akibat luapan air sungai Batang Pasaman tersebut pada pukul 20.00 wib sempat menyeret pengendara motor yang sedang melintas sungai. Lokasi kejadian tepatnya di daerah Jorong Suka Mananti Nagari Lingkung Aua Kecamatan Pasaman. 1 orang berhasil menyelamatkan diri dan 1 orang hanyut terbawa arus sungai.

Korban selamat yang merupakan adik dari korban yang hanyut, segera melaporkan ke Posko Pemadam Kebakaran/ TRC BPBD Pasaman Barat sekitar pukul 01.45 wib dan segera ditindak lanjuti dan segera melakukan pencarian dengan menyisir aliran batang sungai Pasaman yang dipimpin oleh Korlap TRC Pasaman Barat Sdr. Nofrizal.

Korlap TRC Pasaman Barat melaporkan kepada Pusdalops PB Sumatera Barat bahwa Korban berhasil diketemukan oleh Tim pada pagi hari pukul 08.00 wib tanggal 21 Agustus 2012 dalam keadaan meninggal dan tersangkut di pohon sawit dalam kondisi masih mengenakan helm. Nama korban tersebut adalah Novriarni umur 30 tahun pekerjaan Dagang dengan alamat di Jorong Katimaha Nagari Lingkung Aua Kecamatan Pasaman.



Kamis, 16 Agustus 2012

Kerawanan Bencana Provinsi Sumatera Barat Dalam Suasana Merayakan Idul Fitri 1433 H

Kerawanan Bencana (Banjir-Longsor-Gelombang Samudera) Provinsi Sumatera Barat dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1433 H. 

Prakiraan Sifat Hujan Bulan Agustus 2012 (BMKG)



Kerawan Bencana Sumatera Barat terhadap ancaman Banjir – Longsor – Gelombang Samudera didasarkan pertimbangan Topografi & Geologi Sumatera Barat dan Prakiraan  Cuaca BMKG sbb :

  • Jalan dan pemukiman di Sumatera Barat didominasi oleh daerah dengan topografi terjal dan disusun oleh batuan retak-retak bersifat mudah lepas.
  • Pesisir Sumatera Barat sepanjang kurang lebih 400 km banyak digunakan sebagai kawasan wisata pantai dan transportasi/angkutan laut.
  • Sifat Hujan Sumatera Barat dari BMKG untuk masa bulan Agustus 2012 diperkirakan memiliki Sifat Hujan Diatas Normal BERPOTENSI Hujan Lebat disertai Badai dan Petir.
  • Prakiraan Tinggi Gelombang Samudera dari BMKG untuk  Samudera Hindia sekitar Mentawai dan pesisir barat daratan Sumatera Barat diperkirakan memiliki ketinggian gelombang 2 meter hingga 4 meter. Awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Prakiraan ini berlaku 14 Agustus 2012 hingga tanggal 20 Agustus 2012 (up-date setiap hari).

Prediksi ancaman kebencanaan yang perlu diwaspadai untuk disikapi dalam rangka menciptakan ketertiban, keamanan dan keselamatan bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1433 H sebagai berikut : 

  • Ancaman Longsor terhadap pengguna lintasan jalan negara yang melalui daerah topografi terjal.
  • Ancaman banjir genangan dijalan negara yang dapat menghalangi arus lalu lintas.
  • Ancaman Gelombang Samudera terhadap keselamatan transportasi/angkutan laut Padang – Mentawai.
  • Acaman Gelombang Samudera dikawasan Wisata Pantai terhadap pengunjung Kawasan Wisata Pantai.
Peta
Peta Daerah Rawan Longsor Provinsi Sumatera Barat (**Pusdalops PB Sumbar)





AWAS! SIKLON TROPIS MENINGKAT 878%. 

Tren bencana akibat siklon tropis mengalami peningkatan 878% selama tahun 1950-2010. Bencana tersebut berpengaruh terhadap ekonomi pembangunan. Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata mencapai 150-200 km. Rata-rata masa hidup suatu siklon tropis antara 3-18 hari. 

Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10°-20° dari ekuator. Sangat jarang terbentuk di daerah lintang 0°-10°. Berdasarkan data selama 42 tahun terakhir, kejadian siklon tropis di wilayah yang dekat dengan Indonesia, di Selatan terjadi pada Februari (23%), Maret (22%), dan Januari (21%). Sedangkan berdasarkan data 56 tahun kejadian siklon tropis di utara terbanyak pada Agustus (20%), September (18%), Juli (15%) dan Oktober (15%). Di bulan Agustus, dengan rata-rata kejadian sebanyak 5,2 kali siklon tropis per tahun. Agustus merupakan bulan paling sibuk bagi pertumbuhan siklon tropis di wilayah ini, dari 323 kejadian terdapat 107 kejadian yang berkembang menjadi badai tropis. 

Siklon tropis tidak terbentuk di Indonesia. Namun imbas dari siklon tersebut sangat nyata. Khusus berpengaruh pada cuaca buruk dan menimbulkan bencana. Tercatat pada Juni-Agustus 2012 ini, beberapa kejadian banjir dan longsor, seperti di Padang, Gorontalo, Ambon, Sarmi, Sangihe dan sebagainya dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis atau depresi tropis di sekitar wilayah Indonesia. 

Hal ini perlu kita waspadai bersama. Bahwa suatu fakta alam sudah berubah sehingga ancaman bencana menjadi nyata dan meningkat. Ibarat pepatah “alam takambang jadi guru”. Hendaknya bencana menjadi pembelajaran untuk lebih siaga. (DR. Sutopo Purwo Nugroho /Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB)



(Ir. Ade Edward)

Sumatera Barat Tetap Siaga Cuaca Ekstrim

Padang (16/7), Seperti yang telah kita ketahui wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk. Dari kondisi ini wilayah Indonesia menyebabkan rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.

Dari pengaruh Iklim ini, Indonesia memiliki fenomena-fenomena diantaranya :

a. El Nino dan La Nina
b. Dipole Mode
c. Sirkulasi Monsun Asia - Australia
d. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)
e. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Indonesia


DR. Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusdatin & Humas BNPB) menjelaskan; Tren bencana akibat siklon tropis mengalami peningkatan 878% selama tahun 1950-2010. Bencana tersebut berpengaruh terhadap ekonomi pembangunan. Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata mencapai 150-200 km. Rata-rata masa hidup suatu siklon tropis antara 3-18 hari. 

Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10°-20° dari ekuator. Sangat jarang terbentuk di daerah lintang 0°-10°. Berdasarkan data selama 42 tahun terakhir, kejadian siklon tropis di wilayah yang dekat dengan Indonesia, di Selatan terjadi pada Februari (23%), Maret (22%), dan Januari (21%). Sedangkan berdasarkan data 56 tahun kejadian siklon tropis di utara terbanyak pada Agustus (20%), September (18%), Juli (15%) dan Oktober (15%). Di bulan Agustus, dengan rata-rata kejadian sebanyak 5,2 kali siklon tropis per tahun. Agustus merupakan bulan paling sibuk bagi pertumbuhan siklon tropis di wilayah ini, dari 323 kejadian terdapat 107 kejadian yang berkembang menjadi badai tropis. 
Siklon tropis tidak terbentuk di Indonesia. Namun imbas dari siklon tersebut sangat nyata. Khusus berpengaruh pada cuaca buruk dan menimbulkan bencana. Tercatat pada Juni-Agustus 2012 ini, beberapa kejadian banjir dan longsor, seperti di Padang, Gorontalo, Ambon, Sarmi, Sangihe dan sebagainya dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis atau depresi tropis di sekitar wilayah Indonesia. Hal ini perlu kita waspadai bersama. Bahwa suatu fakta alam sudah berubah sehingga ancaman bencana menjadi nyata dan meningkat. Ibarat pepatah “alam takambang jadi guru”. Hendaknya bencana menjadi pembelajaran untuk lebih siaga.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga tetap intensif memberikan informasi kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terkait Peringatan Dini Cuaca Ekstrim pada hari-hari tertentu diwilayah Suamtera Barat. Untuk itu jajaran Penanggulangan Bencana terutama BPBD baik Provinsi dan Kabupaten/ Kota di wilayah Sumatera Barat tetap selalu waspada dan siap-siaga dalam upaya menghadapi kondisi tersebut.

Gubernur Sumatera Barat (Bpk. Irwan Prayitno) selaku pemegang pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, dalam upaya tersebut juga tetap intensif mengeluarkan maklumat kepada jajaran BPBD se-Sumatera Barat agar tetap melaksanakan Siaga Darurat terkait cuaca ekstrim tersebut.



Dari Prakiraan Iklim terutama musim hujan bersumber dari BMKG, pada bulan Juli hingga Agustus ini Sumatera Barat masih memiliki potensi.