Senin, 25 Mei 2015

Tanggapan Gerakan Tanah Di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Tanggapan Gerakan Tanah Di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat


Bersama ini kami sampaikan tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan informasi dari www.harrianhaluan.com pada hari Senin, 18 Mei 2015, sebagai berikut :
    1. Lokasi dan waktu kejadian :
      Gerakan tanah terjadi di Jorong Patameh Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Bencana tersebut terjadi pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2015 sekitar pukul 17.00 WIB setelah diguyur hujan. 
        2. Jenis gerakan tanah :
          Gerakan tanah yang terjadi diperkirakan merupakan longsoran bahan rombakan pada tebing
            3. Dampak gerakan tanah:
              • 1 (satu) orang meninggal dunia
              • 3 (tiga) orang luka-luka
              • Pipa saluran irigasi rusak
                4. Kondisi daerah bencana :
                  • Secara umum sekitar lokasi bencana merupakan daerah pegunungan dengan kemiringan lereng landai sampai agak terjal. Daerah bencana memiliki ketinggian 600-700 meter di atas muka air laut.
                  • Berdasarkan Peta Geologi lembar Solok, Sumatera (P.H. Silitonga, 1995), batuan pada daerah bencana tersusun oleh batuapung di dalam matriks kaca kelaran.
                  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Mei 2015 di Provinsi Sumatera Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Jorong Patameh Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo termasuk zona potensi gerakan tanah menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal.
                    5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan :
                      • Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama sebelum dan pada saat kejadian gerakan tanah/tanah longsor.
                      • Kemiringan lereng yang terjal, menyebabkan masa tanah mudah bergerak.
                        • Tanah pelapukan yang bersifat sarang dengan kemampuan meloloskan air tinggi.
                        6. Rekomendasi:
                          • Agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama pada saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor susulan.
                          • Tidak melakukan aktifitas dibawah tebing yang terjal, pada saat hujan deras dan setelah hujan deras.
                          • Agar masyarakat setempat selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.
                          • Material longsoran agar segera dibersihkan.
                          • Masyarakat yang berdiam di sekitar aliran dan muara sungai harus waspada terutama pada saat hujan turun di bagian hulu. Bila intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama harus mengungsi ke tempat yang aman, karena air       bersama material longsoran sewaktu-waktu dapat bergerak bersama air yang dapat berkembang menjadi banjir bandang susulan.

                          Pelok

                          Overlay
                          Tabel
                          Sumber :
                          ( http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian-gerakan-tanah/846-tanggapan-gerakan-tanah-di-kecamatan-lintau-buo-kabupaten-tanah-datar-sumatera-barat )


                          Jumat, 22 Mei 2015

                          TIM SAR TEMUKAN SEPATU PENCARI KAYU YANG HILANG DI HUTAN GUGUAK KAYU TANAM

                          SAR Gabungan sedang Briefing
                          Tim SAR gabungan siang hari ini (22/5) menemukan barang-barang Zulherman (37), warga Kayu Tanam yang hilang di hutan Guguak, Kayu Tanam. Barang Zulherman yang ditemukan berupa sepatu yang tercecer di tengah hutan pada radius sekitar 3 km dari pemukiman penduduk.

                          Pencarian diperluas dari titik diketemukannya barang korban. Terkait proses pencarian, warga dan Tim SAR mengalami kesulitan akibat hujan yang turun seharian kemarin. Tim tidak dapat melewati jalur yang ditempuh dari Kayu Tanam tersebut karena kesulitan dengan menyeberangi sungai yang mengalami peningkatan debit air. Pencarian akan dilakukan hingga ke perbatasan kota Padang Panjang dan kabupaten Padang Pariaman.

                          Zulherman dinyatakan hilang sejak hari Rabu (20/5) saat mencari kayu pada pukul 09.00 wib, 2 jam setelah itu berkisar pukul 11.00 wib korban berpisah dengan rekannya sekitar 3 km dari lokasi air terjun, semenjak itu Zulherman belum ada kembali ke rumahnya. Adapun ciri-ciri korban warna kulit putih dengan tinggi badan sekitar 175 cm, saat berangkat menggunakan baju kaos lengan pendek warna putih dengan celana pendek hawai motif belang, topi hitam sepatu gambia warna hitam.

                          Pencarian mulai dilakukan pada hari Kamis (21/5) bersama Tim SAR gabungan sekitar 40 orang berasal dari BASARNAS Padang, TRC BPBD Padang Pariaman, TRC BPBD Padang Panjang, TRC BPBD Tanah Datar, RAPI, Komunitas Pendaki Gunung, Gurila SAR beserta masyarakat setempat. Mereka berposko di Pos Jaga BPBD yang berdekatan dengan Pos Polisi Lembah Anai. 

                          Pencarian masih dilakukan hari ini. (gst)

                          Pencari Kayu Hilang di Hutan Kayu Tanam

                          Tim SAR gabungan
                          di Pos Lembah Anai ( 21/5/15)
                          Padang Pariaman (21/5). Menurut informasi dari Tim TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar malam ini mereka mulai mempersiapkan rencana aksinya untuk melakukan operasi pencarian seorang warga Korong Padang Lapai Nagari Guguak Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman, korban bernama Zulhendra 32 th yang dinyatakan hilang sejak hari Rabu 20/5/15 oleh keluarganya saat mencari kayu di hutan bukit barisan Kayu Tanam. Korban keluar dari rumahnya sejak pukul 09.00 wib namun hingga kini belum ada kembali.

                          Pencarian telah dilakukan pada siang hari tadi 21/5 namun belum membuahkan hasil. Saat ini telah berkumpul sebanyak 40 orang relawan SAR gabungan berasal dari BPBD Kabupaten Padang Pariaman, BPBD Tanah Datar, BPBD Padang Panjang, Basarnas, serta Relawan Pecinta Alam dan kemungkinan akan bertambah lagi di pagi hari nanti. 

                          Malam hari ini Tim SAR gabungan tersebut berposko di Pos Polisi Lembah Anai guna mempersiapkan kelanjutan pencarian pada pagi hari nanti sekitar pukul 07.00 wib dan mereka berharap korban akan dapat cepat diketemukan besok hari dalam keadaan sehat dan semoga cuaca juga mendukung dalam pencarian tersebut. (gst)

                          Rabu, 20 Mei 2015

                          1 KORBAN AKIBAT LONGSOR DAN BANJIR DI 3 KABUPATEN/KOTA SUMBAR

                          TRC BPBD Tanah Datar sedang
                          melakukan pembersihan (20/5/15)
                          Hujan lebat terjadi kemarin 19/5 membawa dampak di 3 Kabupaten/Kota Sumatera Barat. Dampat tersebut berupa tanah longsor dan banjir hingga menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah dan longsor menutup akses jalan.

                          Seperti halnya di Kabupaten Tanah Datar, petugas Pusdalops BPBD Tanah Datar melaporkan akibat hujan semalam mengakibatkan longsor hingga menutup akses jalan antara Batu Sangkar - Payakumbuh di Jorong Bayua Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru. Jalan tersebut telah dibersihkan pada pagi hari 20/5 dengan mempergunakan alat berat PU dan 1 unit mobil Damkar. Longsor juga mengakibatkan tumbangnya pohon durian dan menimpa  salah seorang warga Rajo Dani Nagari Rajo Dani Kecamatan Padang Ganting. 1 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut karena tepat di bagian kamar tidur pohon tersebut menimpa korban Nurbaiti 75 th yang sedang tertidur di malam hari sekitar pukul 05.30 wib.

                          kondisi rumah korban tertimpa pohon (Padang Ganting 20/5)
                          Di Sawahlunto juga terjadi 2 titik longsor akibat hujan lebat yang terjadi dari sore hingga malam hari 19/5. Longsor menutup akses jalan daerah, penghubung Solok dengan Sawahlunto di Kecamatan Barangin Kelurahan Lumindai dan telah diupayakan pembersihan hingga sore ini oleh petugas TRC BPBD Sawahlunto dibantu masyarakat sekitar, namun karena besarnya material longsoran petugas mengupayakan untuk mendatangkan alat berat. Longsor juga terjadi di Kelurahan Lunto Timur Kecamatan Barangin yang juga menutup akses jalan, dan hingga sore hari sudah bisa dilalui kembali setelah dilakukan pembersihan oleh Masyarakat setempat dan Petugas TRC BPBD Sawahlunto. Selain longsor banjir juga terjadi di wilayah Sawahlunto tepatnya di Kecamatan Lembah Segar yang sempat merendam area perumahan karyawan Ombilin sekitar pukul 19.00 wib dan 2 unit sarana peribadatan, pagi hari air sudah mulai surut dan telah dilakukan pembersihan dari material lumpur.

                          Kabupaten Limapuluh Kota juga diguyur hujan malam hari 19/5 hingga menyebabkan batang sungai aliran Gunung Sago meluap hingga menggenangi permukiman masyarakat setempat dan merendam lahan pertanian, kejadian tersebut pada malam hari sekitar pukul 21.00 wib. Petugas telah dikerahkan menuju lokasi guna melakukan penanganan, antisipasi dan inventarisir kerugian. (gst)

                          Sabtu, 16 Mei 2015

                          Longsor Di Lintau, Kab. Tanah Datar

                          Kejadian longsor terjadi di Gua Soda Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo Kab. Tanah  Datar sore tadi (16/5) sekitar pukul 16:00 wib. Longsor diduga terjadi karena hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak tadi siang. Material longsor bercampur batuan besar dan menghambat aliran sungai. 1 orang korban meninggal, 1 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Untuk korban yang meninggal sudah dibawa kerumah duka, sedangkan korban luka berat dirujuk ke RS Bukittinggi setelah mendapat perawatan di RS Batusangkar, dan untuk korban luka ringan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan dari Puskesmas.
                          Data korban longsor;
                          a. Korban meninggal an. M.Alwes/22 thn/LK/Penambak Ikan
                          b. Korban luka berat an. Iqbal/20 thn/LK/Penambak Ikan
                          c. Korban luka ringan an.Pido Efendi/28 thn/LK/Penambak Ikan dan Meldi/37 thn/LK/Penambak Ikan



                          BAHAYA GEMPABUMI ZONA PATAHAN SUMATERA

                          Sesar Semangko
                          Padang 16/5, Pulau Sumatera secara geologis memiliki zona patahan yang membentang sepanjang 1.900 km dari Banda Aceh hingga teluk Semangko di Selatan Lampung. Menurut para ahli bentangan tersebut paralel dengan palung atau zona Subduksi sebagai pengaruh dari konvergensi lempeng Eurosia dengan lempeng Indo-Australi dan membagi patahan ini menjadi 3 wilayah yaitu; wilayah utara, tengah, dan selatan. Secara keseluruhan berdasar pengamatan tersebut dibagi lagi menjadi 19 segmen patahan Sumatera. 

                          Untuk wilayah Sumatera Barat terdapat 7 segmen patahan yaitu; segmen Angkola, segmen Barumun, segmen Sumpur, segmen Sianok, segmen Sumani, segmen Suliti, dan segmen Siulak yang sangat beresiko dan berdampak langsung terhadap masyarakat bila patahan pada segmen-segmen di daratan tersebut bergerak. Gempa-gempa yang berafiliasi dengan zona patahan Sumatera merupakan gempa-gempa berkekuatan sedang hingga kuat dengan potensi kedalaman dangkal, kurang dari 20 km, yang bisa mengakibatkan kerusakan hebat dan sangat memungkinkan terjadinya bencana ikutan berupa tanah longsor.

                          Dengan tingginya risiko yang diakibatkan dengan adanya gempabumi patahan ini yang berdampak dengan kerugian bahkan memungkinkan timbulnya korban jiwa, maka perlu adanya upaya-upaya peningkatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Mengingat kejadian gempabumi di daratan pada dini hari Kamis 15/5 dengan kekuatan 6.1 SR kedalaman 165 km dengan lokasi 50 km timut laut Bengkulu Utara tepatnya berimpit episentrum dengan sesar Semangko akan dikhawatirkan akan memicu bergeraknya segmen Suliti. Berikut ulasan tentang "Bahaya Gempabumi Zona Patahan Sumatera" yang ditulis oleh Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Ir. Ade Edward. (Gst)

                          Gempa Darat 6.1 SR, Memicu Pergeseran di Segmen Suliti?

                          Padang 16/5/15, Pagi pukul 03.26.55 wib masyarakat yang masih terjaga sempat dikejutkan oleh goncangan gempa. BMKG mencatat gempa tersebut berada di darat dengan kekuatan 6.1 SR tepatnya 50 km Timur Laut Bengkulu Utara dengan kedalaman 165 km. BMKG juga mencatat goncangan gempa tersebut dirasakan III MMI di wilayah Sumatera Barat terutama di wilayah Pulau Pagai, Painan Kab. Pesisir Selatan, dan Kota Padang.

                          gempa 16mei2015
                          lokasi gempa darat 16/5/15

                          Menurut pakar kegempaan dari Universitas Andalas, DR. Badrul Mustafa Kemal, aktifitas gempa yang terjadi pada pukul 03.26.56 wib tadi pagi walaupun berimpit episentrumnya dengan sesar Semangko, tapi ini adalah gempa akibat Subduksi, karena berkedalaman 165 km jadi kurang begitu terasa getarannya oleh masyarakat, sedangkan kalau gempa akibat efek dari sesar semango pastilah berada pada kedalaman yang sangat dangkal yaitu dibawah 20 km. Hal ini juga dibenarkan oleh Ir. Ade Edward, Ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) wilayah Sumatera Barat, Ini gempa antar lempeng atau gempa subduksi, imbuhnya. 

                          Apakah menimbulkan efek nantinya di sesar Semangko?

                          Bisa berefek demikian, yakni dapat memicu aktivitas sesar. Yang kita khawatirkan adalah pada Segmen Suliti di Solok Selatan. Gempa besar di segmen ini sudah lama terjadi, terakhir tahun 1943, terang Badrul Mustafa Kemal yang aktivitas kesehariannya juga menjabat sebagai Tim Ahli di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Sumatera Barat.

                          Hampir Separoh masyarakat Solok Selatan hidup di jalur Segmen Suliti, jadi bagaimanakah kesiapan kita dalam mengahadapi ancaman yang demikian. Kesiapsiagaan perlu disiapkan sedini mungkin agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Ini tanggung jawab kita bersama; antara masyarakat, pemerintah dan swasta. (gst)

                          Jumat, 15 Mei 2015

                          2 LUKA RINGAN 1 LUKA BERAT TERHEMPAS LONGSORAN DI INDARUNG

                          truk BBM terbalik terhempas longsoran
                          (Indarung KM 19 14/5)
                          2 orang mengalami luka ringan dan 1 luka sedang, karena mobil yang mereka tumpangi terhempas longsoran tebing di jalan antara Indarung menuju Solok tepatnya pada daerah Pondok Bambu KM 19 Indarung pada Kamis 14/5/15. Ke tiga korban tersebut berasal dari Kabupaten Sijunjung yang berkendara menggunakan mobil jenis city car, 1 korban mengalami luka sedang di bagian kepala dan 2 korban mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke RSU M. Jamil. Dalam kejadian yang diperkirakan pada pukul 13.40 wib tersebut terdapat 2 kendaraan yaitu 1 kendaraan truk tangki pembawa BBM Pertamina dan 1 kendaraan city car yang ditumpangi ke tiga korban tersebut.

                          Hujan deras yang melanda Kota Padang kemarin terjadi selama 5 jam yaitu sekitar pukul 11.00 wib hingga 17.00 wib di seputaran Indarung mengalami peningkatan debit air, di simpang Gadut saat itu juga mengalami banjir yang mengalir deras dari arah atas Indarung dan menggenangi jalanan antara Bandar Buat menuju Indarung hingga menyebabkan kemacetan karena para pengendara terpaksa mengambil jalan yang berada di sisi kanan menjadi dua arah. Sedang pada kejadian longsor di jalan pendakian Indarung tersebut juga dikarenakan peningkatan debit air yang berada di lereng dan tebing tepat di posisi rawan terhadap longsor.

                          banjir simpang gadut 14mei15
                          banjir menggenangi jalan simpang Gadut (14/5)
                          longsor indarung14mei15 bpbd
                          Longsor di KM 19 Indarung (14/5)

                          Petugas yang berasal dari BPBD dan Damkar Kota Padang dan bekerjesama dengan Dinas PU dan dibantu oleh masyarakat setempat menuju lokasi dan melakukan pembersihan dan membuka akses jalan. Sementara jalanan saat itu mengalami buka dan tutup hingga sekitar pukul 21.00 wib. (gst)

                          Kamis, 14 Mei 2015

                          KEMAMPUAN PERSONIL BPBD SEMAKIN DITINGKATKAN

                          Peserta sedang melakukan kompresi
                          jantung dlm PPGD 11/5/15
                          Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat pada Triwulan ke II dalam program kegiatannya, dari awal April 2015 telah gencar meningkatkan kapasitas kemampuan bagi personilnya. Baik itu dari Satgas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Satuan Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga petugas yang berada dalam lingkungan BPBD. Menurut Pagar Negara, SH. MM selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, hal ini penting dilaksanakan agar seluruh petugas yang kita miliki ini, mempunyai kemampuan dalam segala hal terutama dalam bidang penanganan disaat bencana. Seperti contoh saat terjadi bencana petugas yang ada selain siap dengan mental akan situasi yang terjadi saat itu juga dapat melakukan tindakan penanganan darurat medis bagi korban yang berada disekitarnya, juga halnya petugas harus mampu menguasai berbagai jenis peralatan yang dimiliki pada saat ini seperti alat pengelolah penjernih air, dapur umum, tenda, berbagai alat komunikasi hingga peralatan medis.

                          Di bulan April BPBD dikarenakan petugas Pusdalops PB mengalami penambahan jumlah personil, maka perlu dilakukan pelatihan tentang tugas pokok dan fungsi masing-masing, dan di bulan Mei ini telah dua kali melaksanakan kegiatan yaitu di tanggal 11 hingga 12 Mei 2015 pelatihan tentang Penanggulangan Medis Gawat Darurat / PPGD sebagai pelatih dan narasumber berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat dengan peserta sebanyak 40 orang berasal dari Satgas Pusdalops PB dan Relawan yang terlibat di lingkungan UPT BNPB Regional Sumatera Bagian Barat. Tanggal 13 Mei 2015 melaksanakan Bimbingan Teknis Pengopersian Mesin Pengelolaan Sarana Air Bersih dengan jumlah peserta 40 orang yang berasal dari BPBD Kabupaten/ Kota se Sumatera Barat. Dalam Pelatihan ini BPBD Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan pihak AIFDR sebagai pengelola tempat/ gedung UPT BNPB. 

                          BPBD Provinsi Sumatera Barat juga mendorong BPBD yang berada di kabupaten maupun kota secara berkala agar melaksanakan hal serupa, karena kondisi alam serta cuaca wilayah Sumatera Barat terutama didaerah rawan, pada saat ini yang mengalami hujan sewaktu-waktu akan berpotensi menimbulkan pergerakan tanah atau longsoran pada tebing, gawir, lereng dan juga berpotensi terjadinya banjir. Kesiapan dan kemampuan Petugas sangat diperlukan untuk itu.
                          ppgd12mei2015
                          poto bersama PPGD di Gedung UPT BNPB Sumbar (12/5/15)
                          R. Pagar Negara, SH. MM kembali mengutarakan, pada bulan-bulan kedepan BPBD akan melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan dalam peningkatan kapasitas kemampuan bagi Satgas-Satgasnya dan juga yang dimiliki ditiap daerah. Beliau juga akan mengajukan berbagai kebutuhan yang belum dimiliki dan mendesak diperlukan baik itu logistik maupun peralatan kebencanaan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta dalam bulan ini sebagai pendukung dalam tugas bagi Personil Penanggulangan Bencana. -Salam Tangguh dan Salam Kemanusiaan- (Gst)

                          Selasa, 05 Mei 2015

                          Anda punya teman,sahabat,atau tokoh masyarakat yg menurut Anda layak mendapat penghargaan, klik ini : http://t.co/6AMzanhhWZ

                          Sabtu, 02 Mei 2015

                          CUACA BURUK 4 ORANG HILANG DI PERAIRAN KOTA PADANG

                          poto ilustrasi
                          Sebanyak 4 orang yang berniat menjemput tamu di pulau Sao wilayah perairan Kota Padang dilaporkan belum kembali hingga saat ini (2/5/15) oleh pihak keluarganya ke BPBD Kota Padang. 

                          Ke empat orang tersebut bernama Eri 36 th, Ijat 28 th, Jon 28 th, dan Buyung 38 th sekitar pukul 19.00 wib hari Jumat (1/5/15) bertolak menuju pulau Sao dan tidak diketahui kondisinya hingga hari ini, sedangkan rombongan yang akan dijemput telah kembali sejak Jumat hari itu dengan menggunakan perahu motor lainnya. BPBD Kota Padang menindak lanjuti dan melakukan koordinasi dengan pihak SAR Kota Padang. 

                          Pada tiga hari ini cuaca di wilayah Sumatera Barat kurang begitu kondusif, hujan deras yang disertai dengan angin kencang silih berganti mengitari. Kondisi alam Sumatera Barat yang rawan akan longsor dan juga banjir menimbulkan dampak bagi masyarakat. Seperti halnya di Kota Agam, BPBD Kota Agam sore hari ini melaporkan akibat hujan disertai angin kencang menumbangkan pohon dan menerpa 1 rumah warganya, akibatnya atap depan rumah dan dinding mengalami retak sepanjang 5 meter. Telah dilakukan pembersihan dan evakuasi oleh BPBD Agam beserta warga setempat. 

                          Dilain itu hujan yang tiada henti silih berganti diharapkan masyarakat lebih hati-hati saat bepergian, dikarenakan kondisi jalan yang basah dan terdapatnya material kerikil bahkan lumpur bertebaran disepanjang jalanan. Wilayah Kabupaten Tanah Datar tepatnya di kelok Sikumbang - Batipuh 1 kendaraan bus pariwisata dengan membawa rombongan sekitar 27 orang sempat masuk ke jurang. Para korban segera dilarikan ke RSUD Kota Padang Panjang, dilaporkan tidak adanya korban jiwa dalam kecelakaan ini.

                          BMKG memprediksi hingga 1 hari ke depan wilayah Sumatera Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dengan arah angin dari barat dan barat laut menuju timur dan timur laut berkecepatan antara 7 hingga 38 km/ jam. 

                          Masyarakat diharapkan selalu tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan segala aktifitas.

                          Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat - 02 Mei 2015 -

                          Pukul 06:00 wib, berpotensi terjadi hujan sedang-lebat disertai petir/kilat. Dan angin kencang pada pukul 06:30 wib di wilayah Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Agam (bagian pesisir) dan Pasaman Barat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 09:00 wib ke wilayah Padang Panjang, Solok, Bukittinggi, dan sekitarnya. Sumber: Prakirawan-BMKG Padang

                          Minggu, 26 April 2015

                          Goncangan Gempa 5.1 SR Tidak Menyebabkan Kepanikan Masyarakat

                          koordinat Gempa 5.1 SR (26/4/15)
                          Gempa terjadi hari Minggu pukul 19.55 wib dengan kekuatan 5,1 scala richter kedalaman 10 km yang berlokasi di 62 km sebelah baratdaya Pesisir Selatan, koordinat 1.75 LS - 100.26 BT. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, dampak gempa tersebut dirasakan dengan I MMI di Padang Panjang, I-II MMI di Solok Selatan, Painan, Siberut dan II-III MMI di wilayah Kota Padang.

                          Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumatera Barat juga mengkonfirmasi ke BPBD kabupaten/ kota di wilayah terdampak dan melaporkan bahwa sebagian masyarakat tidak begitu merasakan dan dampak tersebut tidak menyebabkan adanya kerusakan atau kepanikan. Aktifitas masyarakat masih seperti biasa.

                          Kondisi pada saat ini masih hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi masih hujan hingga pada dini hari.

                          Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat menghimbau bagi petugas-petugas di daerah agar tetap waspada terhadap curah hujan yang terjadi diwilayahnya terutama untuk wilayah yang berpotensi terjadi longsor dan banjir. (gst)