Minggu, 05 Juni 2016

LONGSOR DI PALUPUH - AGAM TERNYATA MENELAN KORBAN JIWA



AGAM (5/6) – Longsor di Jorong Mudiak Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam yang terjadi hari Sabtu, 4 Juni 2016 ternyata menelan korban jiwa. Hal ini diketahui setelah keluarga korban melaporkan 2 anaknya ke lokasi kejadian pada sore hari ini (5/6). Kedua kakak beradik yang dinyatakan hilang tersebut bernama Dulfitri (25), dan adiknya Nila Marta Sari (13) dilaporkan sedang dalam perjalanan dari arah bukittinggi menuju rumahnya di Jorong Pagadiah Mudik kecamatan Palupuh. Disaat informasi diterima masyarakat beserta Tim SAR dari BPBD Agam dan Provinsi Sumatera Barat, TNI dan Kepolisian segera melakukan penyisiran.
Pada pukul 16.30 wib sore tadi, korban atas nama Nila Marta Sari (13) diketemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi diketemukannya korban Nila berjarak sekitar 150 meter dari titik lokasi longsoran ke area aliran sungai. Korban saat itu langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan kendaraan Patroli Polisi dan atas saran masyarakat langsung di bawa ke rumah duka. Sedangkan korban Dulfitri hingga saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR.
Menurut laporan Tim dari Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat yang berada di lokasi saat ini, Tim Pemadam Kebakaran Agam juga telah tiba di lokasi untuk melakukan penyemprotan material longsoran dari posisi seberang jalan yang telah dapat dilalui baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua,ke arah aliran sungai (KM 22). Yang diduga sementara, korban Dulfitri berada di posisi pada area tersebut.
Untuk kondisi cuaca di lokasi kejadian pada saat ini cukup cerah, lampu penerangan Light Tower dari provinsi juga telah dipasang, jadi tim SAR yang sedang melakukan evakuasi bisa fokus, ungkap Mega Rizaldi salah satu Satgas Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat yang saat ini ikut melakukan pencarian bersama tim lainnya. Selain pencarian penyemprotan di titik lokasi awal, tim juga melakukan penyisiran dari aliran sungai berjarak 200 - 300 meter. "Jika pencarian hari ini tidak berhasil, akan didatangkan tim lagi dari Basarnas, TNI dan Polri pagi besok", imbuhnya.
Untuk ruas jalan Bukittinggi - Pasaman sudah bisa dilewati saat ini, namun sebaiknya para pengguna jalan ini agar melewati jalan alternatif lainnya yaitu melalui arah Bukittinggi - Kumpulan, dikarenakan potensi longsoran kemungkinan masih bisa terjadi apalagi disaat kondisi hujan lebat. (Gst)

Jumat, 20 Mei 2016

Pentingnya Edukasi Bencana Bagi Pelajar dan Mahasiswa

JAKARTA - 150 siswa Sekolah Dasar Islam Ibnu Hajar Bogor dan belasan guru belajar kebencanaan di Diorama Bencana di lantai 11 dan 12 Graha BNPB Jakarta pada Kamis (17/3/2016). Para siswa dan guru sangat antusias menyimak dan memiliki keingintahuan yang tinggi tentang bencana. Bahkan mereka baru tahu jika ternyata Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango adalah gunungapi aktif tipe A. Banyak pertanyaan-pertanyaan sederhana yang ditanyakan siswa karena ketidaktahuannya. Mengapa banyak rumah dibangun di tengah sungai? Mengapa gunung kok bisa meletus? Mengapa cuaca sekarang sering berubah? Mengapa dinamakan Gunung Sinabung, apakah karena masyarakatnya suka menabung? Dan banyak pertanyaan lain. Termasuk pengetahuan guru yang masih terbatas tentang mitigasi bencana.

Bencana adalah suatu keniscayaan bagi Bangsa Indonesia. Bahkan peradaban Bangsa Indonesia, sesungguhnya tumbuh dan berkembang seiring dengan bencana yang mengiringinya. Tidak banyak yang tahu, di balik permai Danau Toba yang menghampar di Sumatera Utara, sesungguhnya terbentuk oleh letusan Gunung Toba yang  meletus hebat dan nyaris menamatkan umat manusia pada 75.000 tahun lalu. Begitu juga di zaman modern, kekuatan letusan Tambora pada 10-12 April 1815 adalah yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Empat kali lipat dari amuk Krakatau pada 1883, dan 10 kali lipat dari erupsi Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991. Erupsi Tambora juga berdampak global. Abu dan panas sulfur dioksida menyembur ke atmosfer, suhu rata-rata global merosot 2 derajat Celcius atau sekitar 3 derajat Fahrenheit. Iklim global berubah dan menimbulkan banyak bencana. Begitu juga bencana lainnya seperti gempa, tsunami, banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan lainnya hampir setiap hari terjadi.

Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang bencana memang meningkat sejak tsunami Aceh 2004. Namun pengetahuan tersebut belum menjadi sikap, perilaku dan budaya yang mengkaitkan kehidupannya dengan bencana. Itulah salah satu penyebab masih tingginya kerentanan dan rendahnya kapasitas masyarakat menghadapi bencana.

Untuk itu edukasi bencana menjadi penting. Banyak aspek yang penting seputar kebencanaan. Misalnya pengenalan tentang potensi bencana yang ada di sekitar, histori bencana yang pernah terjadi, bentuk antisipasi, meningkatkan kesadaran tanda-tanda bencana, dampak bencana bagi individu, keluarga, dan komunitas, cara penanganan dalam kondisi bencana, serta bagaimana cara menyelematkan diri dari bencana. Bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi sebelumnya, baik itu bencana alam ataupun sosial. Melalui pendidikan bencana, tidak berarti risiko dampak bencana dapat ditekan sehingga sama sekali tidak menimbulkan dampak. Tujuan dan harapan yang ingin dicapai melalui pendidikan bencana adalah mencapai minimal risiko dampak bencana.

Para siswa dan guru SD Islam Ibnu Hajar Bogor, merasa puas dengan kunjungan ke Diorama Bencana  di Graha BNPB, Jakarta. Mereka menjadi lebih paham. Diorama Bencana BNPB menjadi salah satu tempat edukasi bencana yang dapat dikunjungi pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Meski masih terbatas tetapi memberikan pengetahuan yang menarik. Jika tidak ke Diorama Bencana BNPB kemana lagi bisa belajar penanggulangan bencana. Sebab fasilitas edukasi semacam ini masih sangat terbatas. http://www.bnpb.go.id/berita/2860/pentingnya-edukasi-bencana-bagi-pelajar-dan-mahasiswa

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat: BPBD Mentawai Salurkan Satu Unit Bus Untuk Anak Sekolah Di Bulasat

Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat: BPBD Mentawai Salurkan Satu Unit Bus Untuk Anak Sekolah Di Bulasat

Sabtu, 30 Januari 2016

FEBRUARI 2016: PRAKIRAAN CUACA DAN POTENSI BENCANA SUMATERA BARAT


Stasiun Klimatologi Sicincin - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi teknis yang salah satu tugasnya memantau dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca mengeluarkan prakiraan Musim, Curah Hujan dan sifat hujan secara berkala. Berdasarkan Laporan Stasiun Klimatologi Sicincin, tidak jauh berbeda dengan Bulan Januari 2016, Curah Hujan Wilayah Sumatera Barat pada Bulan Februari 2016 umumnya berpeluang mendapat Curah Hujan menengah ( 101 - 300 mm). Sebagian besar wilayah Kab. Solok Selatan masih berpeluang mendapat Curah Hujan Tinggi (301 - 400) hingga Sangat Tinggi (401 - 500), sementara itu wilayah Pasaman Barat akan berpeluang   mendapat Curah Hujan Tinggi (3001 - 400). Daftar wilayah yang bepeluang mendapat Curah Hujan tinggi - sangat tinggi dapat dilihat pada tabel 1 dan 2.

Sifat hujan hujan untuk bulan Februari 2016 (tabel 3) umumnya Normal (45 - 115 %) dan Bawah Normal (<84%). Spot wilayah dengan Sifat Hujan Atas Normal (>115 %) akan meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Kesiapsiagaan untuk darurat bencana yang berhubungan dengan kondisi Iklim dan cuaca perlu ditingkatkan pada wilayah-wilayah berpeluang Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan dengan sifat hujan Atas Normal juga perlu diperhatikan mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata.


Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Sicincin dengan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga perlu disandingkan untuk analisa detil daerah berpotensi longsor, banjir bandang. Peluang terjadinya bencana longsor akan meningkat jika daerah yang sudah dinyatakan berpotensi tinggi gerakatan tanah juga diperkirakan berpeluang mendapat curah hujan tinggi. Namun kemungkinan terjadinya longsor juga akan meningkat pada daerah yang berpotensi gerakan tanah Menengah jika kawasan tersebut juga berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %)


Tabel 1. Kawasan Curah Hujan Tinggi (301 - 400), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kab. Pasaman Barat
Kec. Luhak Nan II
2
Kec. Ranah Pesisir
3
Kec. Pasaman
4
Kab. Solok Selatan

Pauh Duo
5
Balai Janggo
6
Sangir Batang Hari
7
Sungai Pagu

Tabel 2. Kawasan Curah Hujan Sangat Tinggi (401 - 500), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kab. Solok Selatan
Sangir
2
Sangir Jujuan
3
Pauh Duo Bagian Timur
4
Sungai Pagu Bagian Selatan
5
Sangir Balai janggo Bagian Barat
6
Kab. Dharmasraya
Sungai Rumbai Bagian Selatan

Tabel 3. Kawasan berpeluang dengan Sifat Hujan Atas Norma (>115%), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kabuaten Tanah Datar
Lintau Buo bagian Utara
2
Tanjung Emas
3
Salimpaung bagian Selatan
4
Sungai Tarab Timur
5
V Kaum
6
Rambatan
7
Pariangan bagia Timur
8
Sungayang






posted by YSR


Rabu, 20 Januari 2016

BPBD Mentawai Salurkan Satu Unit Bus Untuk Anak Sekolah Di Bulasat

8-05-2016 01:21 WIB 
SIKAKAP-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai menyalurkan bus angkutan sekolah sementara di lokasi Hunian Tetap (Huntap) Desa Bulasat, KecamatanPagai Selatan. Bus BNPB itu akan ditarik setelah bus bantuan dari Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani sudah selesai dibeli.
Staf BPBD Mentawai Bagian Pusat Pengendali operasional Wartel Saogo yang mendampingi penyaluran bus tersebut menjelaskan mobil yang dikirimkan sekarang ini adalah sifatnya sementara saja menjelang mobil khusus untuk mengangkut anak sekolah selesai di buat.
"Informasi dari bapak Kalaksa BPBD Mentawai, kalau bus sekolah itu selesai dan akan langsung didistribusikan kepada masyarakat Desa Bulasat dan mobil ini akan ditarik lagi," ujarnya. Rabu (18/5/2016).
Mengenai pengelolaan langsung diserahkan kepada Camat Pagai Selatan kalau masalah bbm nanti akan disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Pemberian bantuan bus sekolah tersebut muncul spontanitas dari Menko PMK Puan Maharani melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan itu diberikan setelah mendapatkan keluhan dari warga Desa Bulasat Mawan Boru Saragih waktu kunjungan di KM 40 Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, Kamis 28 April lalu.
Saat berdialog Mawan Boru Saragih menyampaikan kesulitan anak korban gempa bumi dan tsunami 2010 pergi ke sekolah SMP dan SMA yang berada di KM 37 Pagai Selatan kepada Puan Maharani. Demi sekolah anak-anak di Bulasat harus berjalan kaki 7 kilometer.
"Untuk itu hendaknya ibu Menko PMK Puan Maharani dapat memberikan bantuan satu unit mobil khusus untuk mengangkut anak sekolah," katanya saat dialog tersebut.
Mendengar keluhan tersebut Menko langsung menyetujui satu unit mobil angkutan anak sekolah untuk Desa Bulasat akan disiapkan sambil menunggu bantuan itu untuk sementara memakai mobil BPBD. (Supri Lindra)  http://www.mentawaikita.com/berita/272/bpbd-mentawai-salurkan-satu-unit-bus-untuk-anak-sekolah-di-bulasat.html

Jumat, 15 Januari 2016

PRAKIRAAN CUACA DAN POTENSI BENCANA SUMATERA BARAT BULAN JANUARI 2016



Stasiun Klimatologi Sicincin - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi teknis yang salah satu tugasnya memantau dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca mengeluarkan prakiraan Musim, Curah Hujan dan sifat hujan secara berkala. Berdasarkan Laporan Stasiun Klimatologi Sicincin, untuk wilayah Sumatera Barat, Curah Hujan pada Bulan Januari 2016 umumnya berpeluang mendapat Curah Hujan menengah ( 101 - 300 mm), kecuali beberapa wilayah akan mendapat Curah Hujan Tinggi (3001 - 400) hingga Sangat Tinggi (401 - 500).

Wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Tinggi (tabel 1) adalah Kab. 50 Kota bagian timur, Kab. Tanah Datar bagian barat, Kab. Solok bagian utara, Kab. Padang Pariaman bagian tenggara, Kab. Dharmasraya bagian selatan, sebagian Kab. Pesisir Selatan bagian timur dan Kab. Solok Selatan bagian tengah dan selatan. Sedangkan wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Sangat Tinggi (tabel 2) adalah Kab. Solok Selatan bagian selatan dan sebagian wilayah Kab. Pesisir Selatan bagian timur yang berbatasan dengan Kab. Solok Selatan.





Sifat hujan hujan untuk bulan Januari (tabel 3) umumnya Normal (45 - 115 %) dan Bawah Normal (<84%). Kecuali wilayah Kota Sawahlunto dan sekitarnya meliputi sebagian wilayah Kab. Solok, Kab. Sijunjung dan kab. Tanah Datar berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %).



Kesiapsiagaan untuk darurat bencana yang berhubungan dengan kondisi Iklim dan cuaca perlu ditingkatkan pada wilayah-wilayah berpeluang Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan dengan sifat hujan Atas Normal juga perlu diperhatikan mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata.

Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Sicincin dengan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga perlu disandingkan untuk analisa detil daerah berpotensi longsor, banjir bandang. Peluang terjadinya bencana longsor akan meningkat jika daerah yang sudah dinyatakan berpotensi tinggi gerakan tanah juga diperkirakan berpeluang mendapat curah hujan tinggi. Namun kemungkinan terjadinya longsor juga akan meningkat pada daerah yang berpotensi gerakan tanah Menengah jika kawasan tersebut juga berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %). (yusra)

 

Senin, 11 Januari 2016

Evaluasi Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) G. Marapi



Badan Geologi Kementrian ESDM melalui websitenya http://pvmbg.geologi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/aktivitas-gunungapi/1061-evaluasi-tingkat-aktivitas-level-ii-waspada-g-marapi melakukan evaluasi terkait aktifitas gunugapi Marapi. Berikut hasil evaluasi kegiatan G. Marapi di Provinsi Sumatera  Barat sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN
Gunungapi Marapi merupakan salah satu gunungapi aktif di Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis puncak G. Marapi terletak pada posisi 0o 22’ 47.72” LS dan 100o 28’16.71” BT dengan ketinggian 2.891 m dpl dan secara administratif rmasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam.
G. Marapi merupakan gunungapi tipe stratovolcano dengan daerah puncaknya dicirikan oleh kaldera yang mempunyai beberapa kawah aktif berarah Baratdaya-Timurlaut, sejarah letusannya berupa erupsi eksplosif pada kawah puncak. Pada tanggal 3 Agustus 2011 pukul 08:31 WIB, terjadi erupsi  berupa abu dari kawah Verbeek, berwarna kelabu tebal dengan tinggi 1.000 m. Selain itu getaran Tremor menerus mulai muncul pada pukul 08.56 sehingga tingkat aktivitas G. Marapi dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA) terhitung mulai tanggal 3 Agustus 2011 pukul 11:00 WIB.

II. PEMANTAUAN
2.1. Visual
  • Oktober 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin perlahan-sedang ke arah Barat, Timur dan Selatan. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 
  • November 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, berawan-mendung, angin tenang-sedang ke arah Utara, Barat, Selatan dan Timur, hujan gerimis-sedang terjadi 38 kali. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-150 meter. 
Pada tanggal 14 November 2015, pukul 22:33 WIB, terjadi letusan preatik yang diikuti hujan abu di Panyalaian dan Aia Angek, sisi Barat daya Gununapi Marapi (informasi dari masyarakat).
  • Desember 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-sedang ke arah Timur – Barat Laut, hujan gerimis-sedang. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-100 meter. 
  • 1 – 3 Januari 2016. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-perlahan ke arah Selatan, terjadi 2 kali hujan gerimis-sedang. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 

2.2. Kegempaan 
Hasil rekaman kegempaan dari Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016 adalah sebagai berikut:
  • Oktober 2015. Terekam 14 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Letusan (Lts), 58 kali Gempa Tremor (Tre), 109 kali Gempa Tornello (Tor), 11 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali Vulkanik Dalam (VA), 17 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 64 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • November 2015. Terekam, 1 kali Gempa Letusan (Lts), 1 (satu) kali Gempa Hembusan (Hbs), 19 kali Gempa Tremor (Tre), 12 kali Gempa Tornello (Tor), 2 ali Gempa Vulkanik Dangkal (VB),4 (satu) kali Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 37 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • Desember 2015. Terekam, 1 (satu) kali Gempa Letusan (Lts),  36 kali Gempa Tremor (Tre), 17 kali Gempa Tornello (Tor), 3 Kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali Vulkanik Dalam (VA), 24 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 74 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • 1-3 Januari 2016. Terekam 1 (satu) kali Gempa Tremor (Tre), 1 (satu) kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 

III. POTENSI BAHAYA
  • Erupsi freatik masih berpotensi terjadi namun ancamannya terbatas pada radius kurang dari 3 km.
  • Ancaman bahaya untuk saat ini berupa letusan abu  disertai dengan lontaran material/ pasir yang berpotensi melanda wilayah dengan radius kurang 3 km dari pusat letusan kawah Verbeek.

IV. KESIMPULAN
  • Pada bulan Desember 2015 – 3 Januari 2016, jumlah rekaman gempa-gempa vulkanik di G.Marapi cenderung menurun, namu secara umum aktivitas kegempaan G. Marapi masih berfluktuasi.
  • Berdasarkan data pemantauan visual, kegempaan dan potensi ancaman bahaya G.Marapi hingga tanggal 4 Januari 2016, tingkat aktivitas G. Marapi masih tetap Level II (Waspada).
VII. REKOMENDASI 
Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Marapi  ada pada tingkat Level II (Waspada), maka kami rekomendasikan:
  1. Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
  2. Masyarakat yang ada di sekitar G. Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Marapi. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi, akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat dan BPBD Kabupaten Agam serta BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi tentang kegiatan G.Marapi.
  4. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Marapi.


 
RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) stasiun Batupalano G. Marapi pada periode 01 Juni 2015 s/d 4 Januari 2016 pukul 08:40 WIB, cederung datar/plat.