Minggu, 31 Januari 2016

Longsor dan Pohon Tumbang di Kabupaten Agam (30 Januari 2016)

Cuaca di akhir bulan Januari 2016 masih menunjukkan kondisi yang cenderung ekstrem di beberapa wilayah Sumatera Barat. Curah hujan menengah hingga tinggi pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 telah mengakibatkan kejadian bencana di Kabupaten Agam. Pohon tumbang dan longsor  terjadi di beberapa lokasi. Berikut adalah lokasi-lokasi kejadian longsor dan pohon tumbang pada malam hari tersebut.

1. Longsor :
-   Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan IV Nagari, 1,5 KM dari Kantor Wali Nagari yang Menutupi Seluruh Ruas Jalan
-   Jalan Fanta sungai Landia, Jorong Fanta, Nagari Fanta Pauh, Kecamtan Matur, Sebanyak 3 Titik, Material Longsor yang menutupi Ruas jalan  sepanjang 15 Meter, Tinggi 80-100 CM
-   Jalan Sungai Jariang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto dekat SMA 2 IV Koto, sebanyak 5-6 Titik Sepanjang 30 M, Tinggi 5 – 7 M.
-   Jorong Sungai Jariang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, terdampak 1 unit rumah rusak Berat (An. Ernis /62 Th/Suku Caniago/Pekerjaan Pedagang/ 10 jiwa/2 KK).
-    Jorong Kampung Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, terdampak 1 Unit Rumah Rusak Berat (An. Isman /33 Thn/ Suku Sikumbang/ Pekerjaan Pedagang/ 4 jiwa/ 1 KK), yang Mengenai 2 Orang Penghuni Mengalami Luka-luka.
-    Jorong Lambah, Nagari Sianok IV Suku, Kecamatan IV Koto, Terputus / Amblasnya Jalan Coran menuju Taruko, sepanjang 10 Meter.
-    Jorong Lambah, Nagari Sianok IV Suku, Kecamatan IV Koto, Terputus / Amblasnya Jalan Coran menuju Pahambek, sepanjang 10 Meter.
2.  Pohon Tumbang
-   Kecamatan Tanjung Raya, Jalan Kelok 44 pada Kelok 24 dan Kelok 25.

BPBD Kab. Agam bersama Dinas PU Propinsi Sumatera Barat, Dinas PU Kabupaten Agam, PMI Kab. Agam, TNI, POLRI, SATPOL PP,  Camat, Wali Nagari, masyarakat setempat serta instansi terkait lainnya telah mengambil tindakan pengamanan, penanganan dan pembersihan lokasi kejadian bencana Tanah Longsor.  Hingga berita ini diturunkan  pihak BPBD Kab. Agam dan isntansi terkait masih melakukan pendataan dan perhitungan terhadap kerusakan dan kerugian akibat kejadian bencana tersebut

Sabtu, 30 Januari 2016

FEBRUARI 2016: PRAKIRAAN CUACA DAN POTENSI BENCANA SUMATERA BARAT


Stasiun Klimatologi Sicincin - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi teknis yang salah satu tugasnya memantau dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca mengeluarkan prakiraan Musim, Curah Hujan dan sifat hujan secara berkala. Berdasarkan Laporan Stasiun Klimatologi Sicincin, tidak jauh berbeda dengan Bulan Januari 2016, Curah Hujan Wilayah Sumatera Barat pada Bulan Februari 2016 umumnya berpeluang mendapat Curah Hujan menengah ( 101 - 300 mm). Sebagian besar wilayah Kab. Solok Selatan masih berpeluang mendapat Curah Hujan Tinggi (301 - 400) hingga Sangat Tinggi (401 - 500), sementara itu wilayah Pasaman Barat akan berpeluang   mendapat Curah Hujan Tinggi (3001 - 400). Daftar wilayah yang bepeluang mendapat Curah Hujan tinggi - sangat tinggi dapat dilihat pada tabel 1 dan 2.

Sifat hujan hujan untuk bulan Februari 2016 (tabel 3) umumnya Normal (45 - 115 %) dan Bawah Normal (<84%). Spot wilayah dengan Sifat Hujan Atas Normal (>115 %) akan meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Kesiapsiagaan untuk darurat bencana yang berhubungan dengan kondisi Iklim dan cuaca perlu ditingkatkan pada wilayah-wilayah berpeluang Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan dengan sifat hujan Atas Normal juga perlu diperhatikan mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata.


Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Sicincin dengan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga perlu disandingkan untuk analisa detil daerah berpotensi longsor, banjir bandang. Peluang terjadinya bencana longsor akan meningkat jika daerah yang sudah dinyatakan berpotensi tinggi gerakatan tanah juga diperkirakan berpeluang mendapat curah hujan tinggi. Namun kemungkinan terjadinya longsor juga akan meningkat pada daerah yang berpotensi gerakan tanah Menengah jika kawasan tersebut juga berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %)


Tabel 1. Kawasan Curah Hujan Tinggi (301 - 400), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kab. Pasaman Barat
Kec. Luhak Nan II
2
Kec. Ranah Pesisir
3
Kec. Pasaman
4
Kab. Solok Selatan

Pauh Duo
5
Balai Janggo
6
Sangir Batang Hari
7
Sungai Pagu

Tabel 2. Kawasan Curah Hujan Sangat Tinggi (401 - 500), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kab. Solok Selatan
Sangir
2
Sangir Jujuan
3
Pauh Duo Bagian Timur
4
Sungai Pagu Bagian Selatan
5
Sangir Balai janggo Bagian Barat
6
Kab. Dharmasraya
Sungai Rumbai Bagian Selatan

Tabel 3. Kawasan berpeluang dengan Sifat Hujan Atas Norma (>115%), hasil overlay Peta Prakiraan Curah  Hujan Januari 2016 (Stasiun Klimatologi Sicincin) dengan peta kecamatan.

No
Kabupaten/Kota
Kecamatan
1
Kabuaten Tanah Datar
Lintau Buo bagian Utara
2
Tanjung Emas
3
Salimpaung bagian Selatan
4
Sungai Tarab Timur
5
V Kaum
6
Rambatan
7
Pariangan bagia Timur
8
Sungayang






posted by YSR


Jumat, 15 Januari 2016

PRAKIRAAN CUACA DAN POTENSI BENCANA SUMATERA BARAT BULAN JANUARI 2016



Stasiun Klimatologi Sicincin - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi teknis yang salah satu tugasnya memantau dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca mengeluarkan prakiraan Musim, Curah Hujan dan sifat hujan secara berkala. Berdasarkan Laporan Stasiun Klimatologi Sicincin, untuk wilayah Sumatera Barat, Curah Hujan pada Bulan Januari 2016 umumnya berpeluang mendapat Curah Hujan menengah ( 101 - 300 mm), kecuali beberapa wilayah akan mendapat Curah Hujan Tinggi (3001 - 400) hingga Sangat Tinggi (401 - 500).

Wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Tinggi (tabel 1) adalah Kab. 50 Kota bagian timur, Kab. Tanah Datar bagian barat, Kab. Solok bagian utara, Kab. Padang Pariaman bagian tenggara, Kab. Dharmasraya bagian selatan, sebagian Kab. Pesisir Selatan bagian timur dan Kab. Solok Selatan bagian tengah dan selatan. Sedangkan wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Sangat Tinggi (tabel 2) adalah Kab. Solok Selatan bagian selatan dan sebagian wilayah Kab. Pesisir Selatan bagian timur yang berbatasan dengan Kab. Solok Selatan.





Sifat hujan hujan untuk bulan Januari (tabel 3) umumnya Normal (45 - 115 %) dan Bawah Normal (<84%). Kecuali wilayah Kota Sawahlunto dan sekitarnya meliputi sebagian wilayah Kab. Solok, Kab. Sijunjung dan kab. Tanah Datar berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %).



Kesiapsiagaan untuk darurat bencana yang berhubungan dengan kondisi Iklim dan cuaca perlu ditingkatkan pada wilayah-wilayah berpeluang Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan dengan sifat hujan Atas Normal juga perlu diperhatikan mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata.

Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Sicincin dengan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga perlu disandingkan untuk analisa detil daerah berpotensi longsor, banjir bandang. Peluang terjadinya bencana longsor akan meningkat jika daerah yang sudah dinyatakan berpotensi tinggi gerakan tanah juga diperkirakan berpeluang mendapat curah hujan tinggi. Namun kemungkinan terjadinya longsor juga akan meningkat pada daerah yang berpotensi gerakan tanah Menengah jika kawasan tersebut juga berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %). (yusra)

 

Senin, 11 Januari 2016

Evaluasi Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) G. Marapi



Badan Geologi Kementrian ESDM melalui websitenya http://pvmbg.geologi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/aktivitas-gunungapi/1061-evaluasi-tingkat-aktivitas-level-ii-waspada-g-marapi melakukan evaluasi terkait aktifitas gunugapi Marapi. Berikut hasil evaluasi kegiatan G. Marapi di Provinsi Sumatera  Barat sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN
Gunungapi Marapi merupakan salah satu gunungapi aktif di Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis puncak G. Marapi terletak pada posisi 0o 22’ 47.72” LS dan 100o 28’16.71” BT dengan ketinggian 2.891 m dpl dan secara administratif rmasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam.
G. Marapi merupakan gunungapi tipe stratovolcano dengan daerah puncaknya dicirikan oleh kaldera yang mempunyai beberapa kawah aktif berarah Baratdaya-Timurlaut, sejarah letusannya berupa erupsi eksplosif pada kawah puncak. Pada tanggal 3 Agustus 2011 pukul 08:31 WIB, terjadi erupsi  berupa abu dari kawah Verbeek, berwarna kelabu tebal dengan tinggi 1.000 m. Selain itu getaran Tremor menerus mulai muncul pada pukul 08.56 sehingga tingkat aktivitas G. Marapi dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA) terhitung mulai tanggal 3 Agustus 2011 pukul 11:00 WIB.

II. PEMANTAUAN
2.1. Visual
  • Oktober 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin perlahan-sedang ke arah Barat, Timur dan Selatan. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 
  • November 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, berawan-mendung, angin tenang-sedang ke arah Utara, Barat, Selatan dan Timur, hujan gerimis-sedang terjadi 38 kali. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-150 meter. 
Pada tanggal 14 November 2015, pukul 22:33 WIB, terjadi letusan preatik yang diikuti hujan abu di Panyalaian dan Aia Angek, sisi Barat daya Gununapi Marapi (informasi dari masyarakat).
  • Desember 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-sedang ke arah Timur – Barat Laut, hujan gerimis-sedang. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-100 meter. 
  • 1 – 3 Januari 2016. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-perlahan ke arah Selatan, terjadi 2 kali hujan gerimis-sedang. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 

2.2. Kegempaan 
Hasil rekaman kegempaan dari Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016 adalah sebagai berikut:
  • Oktober 2015. Terekam 14 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Letusan (Lts), 58 kali Gempa Tremor (Tre), 109 kali Gempa Tornello (Tor), 11 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali Vulkanik Dalam (VA), 17 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 64 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • November 2015. Terekam, 1 kali Gempa Letusan (Lts), 1 (satu) kali Gempa Hembusan (Hbs), 19 kali Gempa Tremor (Tre), 12 kali Gempa Tornello (Tor), 2 ali Gempa Vulkanik Dangkal (VB),4 (satu) kali Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 37 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • Desember 2015. Terekam, 1 (satu) kali Gempa Letusan (Lts),  36 kali Gempa Tremor (Tre), 17 kali Gempa Tornello (Tor), 3 Kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali Vulkanik Dalam (VA), 24 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 74 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • 1-3 Januari 2016. Terekam 1 (satu) kali Gempa Tremor (Tre), 1 (satu) kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 

III. POTENSI BAHAYA
  • Erupsi freatik masih berpotensi terjadi namun ancamannya terbatas pada radius kurang dari 3 km.
  • Ancaman bahaya untuk saat ini berupa letusan abu  disertai dengan lontaran material/ pasir yang berpotensi melanda wilayah dengan radius kurang 3 km dari pusat letusan kawah Verbeek.

IV. KESIMPULAN
  • Pada bulan Desember 2015 – 3 Januari 2016, jumlah rekaman gempa-gempa vulkanik di G.Marapi cenderung menurun, namu secara umum aktivitas kegempaan G. Marapi masih berfluktuasi.
  • Berdasarkan data pemantauan visual, kegempaan dan potensi ancaman bahaya G.Marapi hingga tanggal 4 Januari 2016, tingkat aktivitas G. Marapi masih tetap Level II (Waspada).
VII. REKOMENDASI 
Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Marapi  ada pada tingkat Level II (Waspada), maka kami rekomendasikan:
  1. Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
  2. Masyarakat yang ada di sekitar G. Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Marapi. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi, akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat dan BPBD Kabupaten Agam serta BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi tentang kegiatan G.Marapi.
  4. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Marapi.


 
RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) stasiun Batupalano G. Marapi pada periode 01 Juni 2015 s/d 4 Januari 2016 pukul 08:40 WIB, cederung datar/plat.