Rabu, 31 Maret 2010

Selasa, 30 Maret 2010

Longsor Padang Panjang

kejadian longsor yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2010 pada pukul 16.00 wib di Daerah Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat .

Kejadian diperkirakan pukul 16.00 wib saat kondisi cuaca curah hujan cukup tinggi diwilayah Kota Padang Panjang yang mengakibatkan beberapa titik longsor perbukitan di wilayah seputaran Cubadak Bungkuk hingga Bukit Berbunga ada yang menutupi badan jalan, antara lain :

A. Daerah dan lokasi kejadian

1. Wilayah antara Cubadak Bungkuk – Bukit Berbunga Kota Padang Panjang.

B. Upaya Yang dilakukan

1. Peninjauan dan evakuasi langsung oleh SAR setempat, Tagana Kota Padang Panjang dan Provinsi, Polresta Padang Panjang, Satkorlak Provinsi dan Dinas PU.

2. Pada pukul 16.46 wib Tim Tagana dan Satkorlak Provinsi yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat Satkorlak PB Sumbar, Bapak Ir. Ade Edward, berhasil mengevakuasi sekitar 20 warga yang terdiri dari bayi, anak-anak dan para orang tua sebelum 4 menit terjadi longsoran di Cubadak Bungkuk.

C. Dampak yang ditimbulkan

1. Korban jiwa nihil.
2. 1 Jembatan putus lokasi 500 m sebelum Air Terjun Lembah Anai arah dari Padang

Jalan Padang - Bukittinggi via Lembah Anai saat ini telah bisa dilalui namun masih satu jalur dan diharapkan bagi pengendara untuk tetap waspada.

Wilayah ini memang menurut Bpk. Ir. Ade Edward (Ketua Sekretariat Satkorlak PB Sumbar dan Koordinator Pusdalops PB Sumbvar) memiliki potensi longsor dan banjir, karena banyak pemicu seperti; getaran gempa, getaran kereta api yg melintas dan terutama hujan lebat.

oleh karena itu Bapak Ir. Ade Edward menghimbau bagi Pengendara yang melintasi jalan tersebut, diharapkan memperhatikan cuaca, bila kondisi hujan lebat sebaiknya menunda perjalanan atau menunggu sampai hujan mereda dan mengamankan diri dititik aman yaitu ditempat yang agak lapang dan jauh dari perbukitan seperti di Pos Penjagaan Polisi setempat.

Videonya ingin download Klik Disini video

Pergerakan Tanah



Berikut ini adalah Tabel Data mengenai prediksi pergerakan tanah yang terjadi di beberapa daerah Kabupaten/ Kota wilayah provinsi Sumatera Barat pada bulan Maret hingga 1 minggu kedepan yang mana telah disampaikan informasinya ke masing-masing daerah tersebut.
Data ini bersumber dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Silahkan di download Klik Disini

Peringatan Dini

PERINGATAN DINI CUACA
PADA TANGGAL 30 MARET - 01 APRIL 2010

Adanya daerah tekanan rendah di Laut Arafura mempengaruhi terbentuknya daerah pumpunan/pertemuan angin yang memanjang di Laut Jawa hingga Maluku Tenggara. Kondisi ini meningkatkan aktifitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Timur. Selain itu, faktor pemanasan berskala lokal yang ditandai dengan suhu udara yang tinggi antara pagi dan siang hari di beberapa wilayah Indonesia, mendukung bagi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang - lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah :

- Sumatera bagian Tengah dan Selatan
- Pesisir Barat Sumatera
- Kalimantan Timur bagian Selatan dan Timur
- Kalimantan Selatan
- Banten dan Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Jabodetabek
- Bali dan NTB
- Maluku Utara dan Tenggara
- Sulawesi bagian Tengah
- Papua bagian Utara dan Tengah

Jakarta, 29 Maret 2010
Bidang Peringatan Dini Cuaca
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Banjir Kabupaten Agam

Telah terjadi Banjir pada tanggal 29 Maret 2010 di Kabupaten Agam, awal kejadian pada pukul 15.100 Wib, Kejadian dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi: Daerah dan lokasi kejadian 1, Kel.Sei Asam Kenagarian Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya. 2. Kelurahan Banda Suak, Banda Kurambik, dan Sei Jauih Kenagarian Koto gadang Kecamatan Tanjung Raya. 3.Kelurahan Banda Rambai Kanagarian Koto Malintang, Upaya yang telah dilakukan 1.BPBD Kabupaten Agam langsung turun ke lapangan, dampak yang ditimbulkan 1. Tidak ada korban jiwa, beberapa hektar sawah terendam air, 8 buah rumah dan 1 buah gedung SDN juga terendam air. air telah mulai surut pada pukul 22.10 wib. masyarakat mulai membersihkan rumah yang terendam air, BPBD Kab Agam langsung membersihkan Gedung Sekolah karena mau dipergunakan untuk ujian. Pusdalops pb sumbar.

Minggu, 28 Maret 2010

Kalender Kewaspadaan

Kalender ini diformulasikan menurut perhitungan fase bulan untuk tahun 2010, yang biasa dipergunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kewaspadaan.
Untuk mendapatkan kalender ini dengan kualitas gambar lebih bagus silahkan download di sini Kalender 2010

Waspada Cuaca Ekstrim Sumbar


Masyarakat Sumatera Barat terutama yang berada di lokasi "langganan" banjir saat ini diharapkan tetap waspada, sehubungan dengan cuaca ekstrim sampai sebulan kedepan, pemerintah tk.II saat ini siap siaga terhadap gejala tersebut. Seperti yang telah terjadi akhir-akhir ini dimana telah banyak kejadian bencana seperti longsor di Padang Pariaman dan banjir hampir ditiap kabupaten/ kota pada tanggal 23 hingga 25 Maret 2010.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ir. Ade Edward mengatakan, banjir berpotensi karena hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan masih terjadi di Sumatera Barat sebulan ke depan.
"Ini perlu diwaspadai, warga di tempat-tempat yang biasa terkena banjir harus cepat antisipasi, kalau hujan lebih satu jam segera cari tempat aman," ujarnya.
Menurut Bapak Ade Edward, setidaknya ada dua tipe banjir di Sumatera Barat. Pertama tipe banjir pesisir untuk daerah yang dekat dengan pantai dan banjir daratan.
"Banjir pesisir itu lebih cepat surutnya, satu sampai dua jam setelah hujan berhenti langsung surut, atau paling lama enam jam setelah banjir langsung surut, seperti itulah yang terjadi di kawasan Lubuk Buaya, Padang,"
Sedangkan banjir daratan biasanya lebih lama surutnya. Banjir daratan, termasuk untuk lokasi di kawasan pantai timur Sumatera, misalnya di Jambi dan Riau. Di sana kalau banjir baru surut 2 sampai 3 minggu.
"Jadi kalau banjir di pesisir barat seperti Padang, Pariaman, dan Pesisirselatan, warga yang terkena banjir cukup naik atas atap rumah atau lantai dua, atau mengungsi ke rumah yang lebih tinggi, cukup tunggu banjir surut".
Meski begitu, banjir akan bisa lebih besar dan sedikit lama surutnya jika terjadi pada waktu pasang laut naik. Jika banjir terjadi di Kota Padang misalnya, saat terjadi pasang maka akibatnya bisa lebih tinggi dan lama.
"Banjir Kamis (25/3/2010 yang melanda Koto Tangah, Padang kemarin kebetulan sedang tidak waktu pasang, kalau seandainya terjadi pas waktu pasang banjir itu bisa lebih tinggi dan lebih lama," kata Beliau.
Pasang naik akan terjadi seminggu lagi, karena itu Beliau menyarankan warga lebih waspada jika hujan kembali lebat minggu depan. Apalagi banjir jika banjir datang saat Magrib atau malam ketika pergantian pasang.

Sejarah Singkat Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat



Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat adalah instansi Pemerintah yang didirikan sejak tahun 2008 dibawah naungan Badan Kesbang Pol & Linmas Provinsi Sumatera Barat. Instansi ini bertujuan sebagai pusat pengendalian operasi dan pengkoordinasian bencana terhadap instansi-instansi lain yang menangani kebencanaan baik ditingkat provinsi maupun ditingkat kabupaten/ kota di wilayah Sumatera Barat dan sekaligus mengumpulkan data kebencanaan yang sedang terjadi di suatu wilayah yang akan dilaporkan langsung kepada Gubernur dan dilanjutkan ke Pusat : MenkoKesra, Mendagri, Mensos, Menkes dan BNPB di Jakarta.
Personil Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat terdiri dari Koordinator (1 org)yaitu Bapak Ir. Ade Edward seorang ahli Geologi mitigasi dan kebencanaan, Manajer (15 orang), Operator (16 orang), yang direkrut dari berbagai Instansi Pemerintahan yang terkait, Operator terdiri dari PNS dari berbagai instansi terkait dan juga dari masing-masing relawan yang memiliki kemampuan dibidang kebencanaan.
Sarana dan Prasarana yang dimiliki Pusdalops PB Provinsi Sumatera Barat dari mulai berdiri selain bantuan dari pihak Perancis berupa peralatan komputerisasi juga dari BMKG dan peralatan-peralatan komunikasi frequensi UHF dan VHF, semakin hari peralatan tersebut bertambah seperti CCTV pemantau ketinggian air laut dan CCTV untuk monitoring ruang kerja dan juga seismograf gempa internasional dan juga lokal.saat ini sedang mengembangkan sistim peringatan dini (sirine) yang otomatis akan berbunyi jika ada ancaman tsunami, pengendaliannya langsung di Pusdalops PB Sumbar.insyaallah dalam waktu dekat sudah dapat terealisasi. Ferequensi Radio Pusdalops PB Sumbar untuk HF freq Canel. 11.4735 MHz dan Freq UHF/VHF canel. 162.975 MHz.