Jumat, 15 Januari 2016

PRAKIRAAN CUACA DAN POTENSI BENCANA SUMATERA BARAT BULAN JANUARI 2016



Stasiun Klimatologi Sicincin - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) sebagai instansi teknis yang salah satu tugasnya memantau dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca mengeluarkan prakiraan Musim, Curah Hujan dan sifat hujan secara berkala. Berdasarkan Laporan Stasiun Klimatologi Sicincin, untuk wilayah Sumatera Barat, Curah Hujan pada Bulan Januari 2016 umumnya berpeluang mendapat Curah Hujan menengah ( 101 - 300 mm), kecuali beberapa wilayah akan mendapat Curah Hujan Tinggi (3001 - 400) hingga Sangat Tinggi (401 - 500).

Wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Tinggi (tabel 1) adalah Kab. 50 Kota bagian timur, Kab. Tanah Datar bagian barat, Kab. Solok bagian utara, Kab. Padang Pariaman bagian tenggara, Kab. Dharmasraya bagian selatan, sebagian Kab. Pesisir Selatan bagian timur dan Kab. Solok Selatan bagian tengah dan selatan. Sedangkan wilayah yang akan mendapat Curah Hujan Sangat Tinggi (tabel 2) adalah Kab. Solok Selatan bagian selatan dan sebagian wilayah Kab. Pesisir Selatan bagian timur yang berbatasan dengan Kab. Solok Selatan.





Sifat hujan hujan untuk bulan Januari (tabel 3) umumnya Normal (45 - 115 %) dan Bawah Normal (<84%). Kecuali wilayah Kota Sawahlunto dan sekitarnya meliputi sebagian wilayah Kab. Solok, Kab. Sijunjung dan kab. Tanah Datar berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %).



Kesiapsiagaan untuk darurat bencana yang berhubungan dengan kondisi Iklim dan cuaca perlu ditingkatkan pada wilayah-wilayah berpeluang Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan dengan sifat hujan Atas Normal juga perlu diperhatikan mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata.

Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Sicincin dengan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga perlu disandingkan untuk analisa detil daerah berpotensi longsor, banjir bandang. Peluang terjadinya bencana longsor akan meningkat jika daerah yang sudah dinyatakan berpotensi tinggi gerakan tanah juga diperkirakan berpeluang mendapat curah hujan tinggi. Namun kemungkinan terjadinya longsor juga akan meningkat pada daerah yang berpotensi gerakan tanah Menengah jika kawasan tersebut juga berpeluang mendapat Sifat Hujan Atas Normal (>115 %). (yusra)

 

Tidak ada komentar: